Travel

Mengenal Kerajinan Batik di Kota Tegal

Rabu, 3 Oktober 2018 13:24 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUN-VIDEO.COM, TEGAL - Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki ragam batik yang berbeda, satu di antaranya ialah Batik Tegal.

Munculnya Batik Tegal tak terpisahkan dari berbagai pengaruh, seperti berpakaian batik yang dibawa Raja Mataram, Amangkurat I dan R. A Kardinah sebagai isteri Bupati Tegal, R.M. Sejitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936.

Meski demikian, Budayawan Yono Daryono menyebut bahwa Batik Tegal sudah ada bahkan jauh sebelum Raja Amangkurat I hadir di Tegal.

Menurut dia, Batik Tegal memperlihatkan bentuk corak Flora dan Fauna yang disebut sebagai Batik Rakyat.

"Pengaruh amangkurat memberikan kesan Batik Tegal memiliki corak simbolis kerajaan. Padahal, Batik Tegal itu bebas dan terlihat primitif sehingga dinilai otentik. Hal itu justru menjadi keunggulan Batik Tegal lewat motif primitifnya," ujar Yono, saat ditanya Tribunjateng.com tentang peringatan Hari BatikNasional, 2 Oktober.

Meski ada pengaruh dari Raja Amangkurat I dan R. A Kardinah dalam teknik membatik, kata Yono, corak dan motif Batik Tegal tetap memberikan perbedaan dari batik-batik daerah lain.

Dia bercerita bahwa kegiatan membatik di Kota Tegal merupakan kebiasaan sehari-hari warga pada masa lampau.

Khususnya di wilayah Kalinyamat, Tegal Selatan, Kota Tegal, batik yang dihasilkan oleh warga setempat justru untuk kebutuhan khusus warga, seperti momen hajatan, pernikahan, ataupun khitan.

Masyarakat mempersiapkan batik-batik tersebut untuk dipakai sendiri dan tidak dijual.

‘’Awalnya tidak dijual, hanya untuk kebutuhan warga saya dalam menyambut hajatan di keluarganya, Lambat laun ketertarikan orang lain untuk memesan membuat daya tarik sendiri dalam memproduksi batik. Bisa dikatakan ada nilai jual dari batik Tegal, meski dalam proses pesannya memakan waktu hingga satu bulan penuh,’’ tambah Yono.

Batik Tegal dikenal dengan pola khas Flora dan Faona, keistimewaan batik Tegal bukan hanya dalam motifnya saja, namun cara pembuatan bisa dikatakan masih menggunakan pola lama atau primitif.

‘’Nilai primitif dalam pembuatannya menjadi kekhasan tersendiri Batik Tegal. Sehingga pada momen Hari Batik Nasional ini, saya berharap Batik Tegal terus terjaga dan dilestarikan, ’’ pungkas Yono Daryono.

Dengan adanya batik Tegal, lambat laun mempengaruhi perputaran ekonomi bagi pengrajin batik di beberapa wilayah di Tegal.

Seperti di Kalinyamat, Bandung, Randugunting dan daerah lainnya.

Pengrajin batik Tegal terus bertambah dan produksi batik Tegal pun meningkat.

Baca: Marheno Jayanto Tuangkan Cerita Legenda dalam Motif Zie Batik

Satu di antaranya adalah Galeri Batik Maudy yang berada di Jalan Ababil nomor 38 dan 49, Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan.

Galery Batik yang didirikan sejak tahun 2009 tersebut memiliki tujuh pengrajin batik yang setiap harinya mampu menghasilkan puluhan batik Tegal, mulai dari teknik tulis klasik, cap dan kombinasi.

"Proses pembuatan batik Tegal menggunakan teknik cap bisa menghasilkan 25 potong dalam sehari, sedangkan batik teknik tulis dalam satu minggu menghasilkan empat potong untuk masing-masing pengrajin,’’ ungkap Pengelola Batik, Maudy Yunita Mutiara Sari saat dikunjungi Tribunjateng.com, Selasa (2/10/2018).

Yunita membeberkan, untuk satu potong batik yang dibuat dengan teknik cap berkisar dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Kemudian untuk metode tulis klasik, kata Yunita, hasil batiknya dibandrol bahkan hingga jutaan rupiah.

"Seharga Rp 1 juta sampai Rp 2.5 juta. Untuk teknik cap maksimal sampai Rp 250 ribu. Kalo soal batik, kita memang serius dan tidak main-main. Jadi, kami sangat mengutamakan kualitas," beber Yunita.

Untuk soal bahan yang digunakan, Yunita memakai bahan premis Super.

Menurutnya, bahan itu dinilai lebih nyaman dan sejuk jika dipakai.

"Penambahan minyak kacang dan soda pun kami lakukan agar kualitasnya makin baik,’’ katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Budayawan : Batik Tegal Sudah Ada Sejak Lama Sebelum Amangkurat I

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved