Terkini Daerah

Disbudpar Kora Semarang Gelar Pagelaran Pengantin Semarangan

Minggu, 30 September 2018 14:39 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar pagelaran pengantin Semarangan di Sam Poo Kong, Sabtu (29/9/2018).

Pagelaran pengantin Semarangan dimeriahkan dengan arak-arakan mempelai pengantin.

Dalam pagelaran itu mempelai laki-laki menaiki kuda dan mempelai perempuan menaiki kursi yang dipanggul.

Arak-arakan dimulai dari parkiran menuju halaman Gedung Batu Sam Poo Kong, dilanjutkan dengan prosesi pernikahan ala pengantin Semarangan yakni sungkeman dan lainnya.

Plt Disbudpar Kota Semarang Litani Satyawati mengatakan, pagelaran pengantin ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar oleh Disbudpar.

Baca: Bakti Sosial Membuka Rangkaian Festival Cheng Ho di Klenteng Sam Poo Kong

Pagelaran tersebut bertujuan untuk menguri-uri budaya nonbenda yang dimiliki Kota Semarang.

"Pengantin Semarang ini sudah meraih predikat kekayaan budaya nonbenda tingkat nasional. Jadi, kita harus bangga kebudayaan kita diakui sebagai cagar budaya," papar Lita.

Menurutnya, cagar budaya adiluhung tersebut harus dilestarikan dan ditunjukan kepada masyarakat luas agar para generasi muda mengetahui dan mencintai budaya non benda tersebut.

"Ini sebagai bentuk edukasi untuk masyarakat agar masyarakat tahu. Oh, ini pengantin Semarangan, ternyata unik, bagus, keren, seperti itu. Setiap tahun kami tidak ada bosannya untuk menggelar acara ini," kata Lita.

Meski diadakan setiap tahun, imbuh Lita, pihaknya selalu mengemas dengan suasana yang berbeda agar menarik perhatian masyarakat Kota Semarang untuk menyaksikan pagelaran budaya tersebut.

Baca: Belum Cukup Umur, Sepasang Pengantin Diizinkan Menikah Dini karena Nazar Orangtua

"Dengan acara ini, masyarakat jadi tahu simbol atau makna yang dipakai oleh  pengantin Semarangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati cabang Kota Semarang sekaligus sebagai ketua panitia penyelenggara, Ning Slamet Yuwantoro, menjelaskan, Pengantin Semarangan dikenal dengan perpaduan budaya antara Cina dan Arab.

Setiap properti yang dikenakan oleh pengantin Semarangan memiliki filosofi tersendiri.

"Seperti pengantin perempuan memakai pilis, bunga cempaka di kanan kiri bagian kepala, itu ciri khas pengantin Semarangan," papar Ning.

Lanjutnya, terdapat lima pentul dalam sanggul bagian depan yang digunakan oleh mempelai wanita. Hal tersebut menunjukan sebagai seorang muslim melaksanakan solatlima waktu.

Baca: Penampilan Ten 2 Five di Penutupan Festival Kota Lama Semarang

Sedangkan, pentul belakang ada 17 yang mana orang muslim menunaikan solat sebanyak 17 rakaat.

"Kalau laki-laki pentulnya hanya ada satu yang berarti bahwa hanya menyembah satu Tuhan saja. Kuda yang dipakai oleh mempelai pria berwarna putih yang bermakna bahwa pengantin itu masih suci, hatinya," jelasnya.

Selain arak-arakan dan prosesi pengantin Semarangan, pagelaran pengantin juga dimeriahkan oleh lomba rias pengantin Semarangan.

"Lomba ini diikuti oleh 16 ranting se-kota Semarang. Jadi, setiap kecamatan mewakili satu," imbuhnya.(*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul "Disbudpar Kora Semarang Gelar Pagelaran Pengantin Semarangan".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #pengantin   #Semarang   #sam poo kong
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help