Asian Para Games 2018

Baru 6 Bulan Latihan Anggar Kursi Roda, Atlet Indonesia Masuk 16 Besar Kejuaraan Dunia di Polandia

Minggu, 16 September 2018 21:30 WIB
Tribun Video

Laporan Wartawan Tribun-Video.com, Eleonora Padmasta EW

TRIBUN-VIDEO.COM, SOLO - Atlet anggar kursi roda Tanah Air mencetak prestasi dalam kejuaraan dunia di Polandia.

Kejuaraan International Wheelchair & Amputee Sports (IWAS) Wheelchair Fencing World Cup Szabla Kilińskiego itu berlangsung pada 3-9 Juli 2018 lalu di Warsaw, Polandia.

Padahal, tim dari Indonesia baru dikenalkan pada anggar kursi roda mulai Januari 2018.

Keikutsertaan delegasi National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam kejuaraan tersebut merupakan bagian dari persiapan atlet untuk bertanding pada Asian Para Games 2018.

Dalam kejuaraan itu, seorang atlet, Elih, berhasil masuk dalam 16 besar dari 48 peserta untuk kategori sabel.

Sementara tim kategori putra, yang diwakili Akhmad Saidah, Suwono, dan Hendri Radilah, mendapat posisi ke-12 dari 16.

Menurut Djoko Nugroho, perwakilan National Paralympic Committee (NPC) untuk cabor anggar kursi roda, kejuaraan ini juga menjadi syarat untuk mendapat lisensi dari IWAS.

"IWAS mengeluarkan peraturan, yang boleh, berhak mengikuti Asian Para Games ini harus memiliki klasifikasi dan memiliki ranking dunia," ungkap Djoko, saat ditemui Tribun-Video.com, Sabtu (15/9/2018)

"Dan itu harus di bawah 48 ranking dunia. Beratnya di situ," terangnya.

Kontingen Indonesia akan mengikuti cabor weelchair fencing atau anggar kursi roda untuk kali pertama dalam Asian Para Games 2018 di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang.

Baca: Pertama Kali Ikut Anggar Kursi Roda, Kontingen Indonesia Siapkan 11 Atlet Asian Para Games 2018

Sebanyak 11 atlet telah lolos seleksi pada Desember 2017.

"Basic atlet-atlet ini bukan anggar, tapi olahraga yang lain. Ada yang panahan, ada yang angkat berat, ada yang sitting volleyball, ada juga wheelchair tennis," kata Djoko.

Berbagai komponen tes khusus atlet paraplegia atau penurunan motorik pun mereka lalui.

"Kita mengukur, yang dominan untuk di anggar itu apa. Kekuatan tangan, kekuatan perut, kekuatan pinggang, dan waktu reaksi. Itu kita tes semua," ujar Djoko.

"Indikator utamanya di pinggang. Yang paling lemah ada di C, tapi tidak dipertandingkan. Yang sedang di klasifikasi B, yang kuat di klasifikasi A," tambahnya.

Dari 11 atlet yang terpilih, 5 atlet putra masuk dalam klasifikasi A, 2 putra klasifikasi B, 3 putri klasifikasi A, dan 1 putri klasifikasi B.

Ksebelasnya telah menjalani pelatnas sejak Januari 2018 di Solo, Jawa Tengah.

Mereka akan turun ke seluruh 18 nomor, yang terbagi dalam tiga senjata, baik individu maupun beregu: floret putra/putri, sabel putra/putri, dan degen putra/putri. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved