Pilpres 2019

Budiman Sudjatmiko Usul Debat Capres Pakai Bahasa Esperanto daripada Bahasa Inggris, Simak Alasannya

Jumat, 14 September 2018 23:16 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Koalisi partai politik pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sempat mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umun (KPU) menggelar satu debat capres-cawapres dengan menggunakan bahasa Inggris.

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko melalui akun Twitter -nya, @budimandjatmiko, pada Jumat (14/9/2018) mengusulkan hal yang berbeda.

Budiman menyarankana agar lebih sensasioanala sebaiknya Kubu Prabowo-Sandiaga debat dengan menggunakan bahasa Esperanto.

"Agar lebih sensasional harusnya kaum #Oplosan mengusulkan debat pakai bahasa esperanto," tulis Budiman Sudjatmiko pada Twitter-nya.

Tak hanya itu, Budiman juga mengatakan bahwa Esperanto adalah bahasa yang diracik seorang profesor.

Baca: Soroti Bahasa Inggris Jokowi, Dahnil Anzar: Tak Usah Di-bully, Akan Lahir dan Populer Jokowi English

"Yang diracik seorang profesor untuk jadi bahasa Internasional," lanjutnya.

Dikutip Tribun Video dari Wikipedia, Esperanto adalah bahasa artifisial yang diciptakan oleh LL Zamenhof dan merupakan bahasa artifisial yang paling banyak diucapkan di seluruh dunia.

Nama "Esperanto" adalah nama samaran dari LL Zamenhof sendiri ketika ia menerbitkan bahasanya pada tahun 1887.

Tujuan utama Zamenhof adalah untuk membuat bahasa netral yang mudah dipelajari dan digunakan sebagai bahasa perantara oleh berbagai orang yang memiliki bahasa ibu yang bermacam-macam.

Sekitar 2 juta orang menggunakan bahasa Esperanto sebagai bahasa kedua.

Kebanyakan penutur bahasa Esperanto berasal dari Eropa Timur dan Tengah, terutama dari bekas negara-negara Uni Soviet, termasuk negara-negara di kawasan Baltik, dan di Asia Timur, terutama Tiongkok.

Baca: Ridwan Kamil Beralih dari Dukung Prabowo ke Jokowi, Ratna Sarumpaet: Ini Kesempatannya Bercermin

Bahasa ini juga banyak dikenal di kawasan Amerika Selatan dan Asia Selatan, dan tidak banyak dikenal di kawasan Amerika Utara, Afrika, dan dunia Muslim (Arab dan negara-negara dengan mayoritas penduduk Islam lainnya).

Tak hanya itu, Esperanto juga disebut sebagai bahasa yang netral dan sempat diajukan sebagai bahasa internasional.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memuji bahasa Inggris Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitter-nya, @Dahnilanzar, Jumat (14/9/2018).

Dahnil Anzar mengatakan bahwa banyak pihak yang mem-bully Bahasa Inggris Jokowi.

Baca: Luhut Minta Tak Bicara Utang jika Tidak Paham, Dahnil Anzar: Kritik Disebut Nggak Ngerti, Mengerikan

Namun menurutnya, itu merupakan Bahasa Inggris dan pengucapan khas Jokowi.

Ia meminta semua pihak tak mempermasalahkan Bahasa Inggris tersebut.

Menurutnya, hal tersebut bisa memunculkan 'Solo English' atau 'Jokowi English'.

"Berbagai pihak membully bahasa Inggris Pak Jokowi, justru saya melihat dengan bahasa Inggris gaya dan pronuncation ala Pak Jokowi, bila diambil hikmahnya dan kita tidak repot membully, maka akan lahir dan populer Solo English, atau Jokowi English. Paten kan?" tulis Dahnil Anzar.

Beberapa netizen pun turut meninggalkan komentar atas pernyataan Dahnil Anzar tersebut.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help