Terkini Daerah

Tak Berikan Bansos, Pemkot Hanya Talangi Biaya Pemakaman Korban Tragedi Tanjakan Emen

Jumat, 14 September 2018 18:36 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM, CIPUTAT TIMUR - Forum Silaturahmi Keluarga Korban (FSKK) tragedi Tanjakan Emen lakukan pertemuan dengan pihak pemerintah kota (pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di aula Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Kamis (13/9/2018).

FSKK dihadiri puluhan korban dan ahli waris, termasuk ketua FSKK, Aang Junaedi. Sedangkan pihak Pemkot Tangsel diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Muhamad dan Kepala Dinas Sosial Wahyunoto Lukman.

Pertemuan itu pun dimaksudkan untuk memperjelas janji pemkot yang di pertemuan sebelumnya mebgatakan akan membeerikan baantuan sosial (bansos).

Namun belakangan janji itu hanya disampaikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Janji dari pihak Pemkot Tangsel, janji dari Dinsos, bahwa mereka akan memberikan bantuan itu. Makanya hari ini kita selesaikan sengan seluruh Korban bahwasanya janji-janji itu ada atau tidak ada," ujar Aang.

FSKK pun mendapatkan jawaban bahwa pemkot tidak akan memberikan bansos karena tidak ada payung hukum yang mewadahinya.

Wahyunoto menjelaskan, dalam peraturan walikota no 49 ini tidak ada penjelasan mengenai bantuan untuk korban kecelakaan.

Baca: Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Melaksanakan Operasi Narkoba

“Dalam perwal tersebut tidak menjelaskan mengenai korban kecelakaan, melainkan bantuan bansos tersebut untuk masyarakat korban krisis sosial, ekonomi, politik dan bencana alam, dan disana tidak ada untuk korban kecelakaan,” ungkapnya.

Sekda Muhamad pun menjelaskan pihaknya hanya bertanggung jawab atas biaya pemakaman dan juga pengobatan kepada korban selepas tragedi itu terjadi.

"Makamnya saja, itu pergantian pergantian makam saja, itu kita anggarkan di perubahan tahun 2019 sebesar 96 juta," ujarnya.

Muhamad juga mengatakan akan menegur oknum yang menjanjikan bansos kepada FSKK.

"Kita kan enggak tahu, naanti kalau ada bawahan kaya gitu ya kita panggil. Kan tidak disebutkan orangnya. Mungkin ya itu miskomunikasi ya kan, aturannya enggak ada, enggak boleh ya kan," ujarnya. (*)

TONTO JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Tanjakan Emen   #bansos
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved