Terkini Daerah

Gara-gara Bule Jongkok di Palinggih, Pengempon Gelar Prosesi Upacara Guru Piduka

Jumat, 14 September 2018 11:25 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepolisian, TNI, pengempon pura, pengelola objek wisata Pura Batukaru, pecalang, dan tokoh masyarakat akhirnya menggelar rapat terkait beredarnya foto bule jongkok di atas sebuah Palinggih Pekiisan atau Penyaon Pura Subak yang terletak di areal Pura Luhur Batukau, Kamis (13/9).

Hasil rapat mengerucut pada lepasnya bule tersebut dari pengawasan karyawan yang bertugas di pura dan tak adanya pintu terali besi di pintu masuk Palinggih Pekiisan tersebut.

Pihak kepolisian pun menyarankan pengempon pura agar lebih mengintensifkan pengawasan terhadap wisatawan yang berkunjung.

Selain itu, pemasangan pintu terali besi agar segera dilaksanakan, serta melakukan upacara yadnya seperti guru piduka untuk mengembalikan kesucian pura karena setelah peristiwa tak beretika tersebut kesucian pura dianggap ternodai.

Ketua Umum Pengempon Sad Kahyangan Jagat Bali Pura Luhur Batukau, I Gede Manu Ardana, menyebut lokasi palinggih terletak di sebelah barat pura utama tersebut berjarak sekitar 100 meter.

Baca: Bule Jongkok di Palinggih Beji Kauh Batukaru, PHDI: Sanksi Tegas Agar Tak Terjadi Pembiaran

"Lokasinya agak berjauhan dari pura utama, sehingga pemantauan dari karyawan memang agak sulit. Kadang-kadang wisatawan yang datang tanpa guide sulit dipantau atau diawasi," aku Manu Ardana usai menggelar rapat yang membahas adanya bule jongkok di sebuah palinggih di areal Pura Batukaru tersebut.

Mengenai kesucian pura atau palinggih, kata dia, pihaknya akan melakukan musyawarah dengan kebayan (tetua pura) membahas tentang kelanjutan kegiatan yang dilaksanakan.

Rencananya, akan melaksanakan sebuah upacara yadnya dengan tujuan untuk mengembalikan kesucian pura tersebut.

Selain itu, untuk mengantisipasi hal serupa akan memasang pintu terali besi pada pintu masuk palinggih.

"Kami akan rencanakan memasang pintu masuk, karena sementara belum ada pintu. Dengan harapan tidak terjadi lagi kejadian seperti ini. Kemudian, untuk mengembalikan kesucian pura, kami rencanakan akan menghaturkan guru piduka atau upacara lainnya, karena kita akan lakukan musyawarah terlebih dahulu dengan kebayan (tetua pengempon)," jelas pria yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Wangaya Gede ini.

Simak video di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Tribun Bali
Tags
   #bule
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved