Viral Video

Video Viral Wanita Curhat, Ibunya Diarak dan Diikat di Pohon, Sempat Dipukul saat Mau Menolong

Kamis, 13 September 2018 13:50 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Video seorang perempuan yang mencurahkan pengalaman pahitnya beredar di media sosial.

Melansir Tribun-Medan.com, video tersebut diunggah akun Facebook Siliyana Angelita Manurung, Rabu (12/9/2018).

Wanita yang tinggal di daerah Medan Estate tersebut meminta bantuan kepada masyarakat dan menuntut keadilan.

"Selamat malam untuk teman-teman Facebook, saudara semua di manapun berada, saya baru pulang dari Polrestabes untuk melakukan pengaduan dan visum," katanya membuka video tersebut.

Sambil menangis, wanita itu menceritakan, malam sebelumnya, ada dua anak laki-laki datang ke rumahnya hendak menjual sepatu.

Ternyata sepatu yang dijual anak-anak tersebut adalah sepatu curian.

Mereka menjual sepatu tersebut kepada ibu Angelita.

"Awalnya ibu saya menolak, tapi anak itu memaksa karena dengan alasan mau beli nasi, belum makan, akhirnya mamakku membelinya," katanya.

Baca: Disebut Mencuri Pakaian, Wanita di Pematang Siantar Diikat dan Ditendangi Lalu Diarak ke Luar Pasar

Pagi setelah malam itu, dia terkejut saat dibangunkan orang yang mengatakan, ibunya diarak gara-gara membeli sepatu curian.

Dia pun bergegas ke lokasi.

"Hati seorang anak, begitu sampai ke TKP melihat kondisi ibunya, diikat layaknya seperti binatang hanya menggunakan baju dalam, dikalungkan karton, dikalungkan sepatu yang dia beli. Hati saya sebagai seorang anak sangat teriris," katanya tak kuasa menahan tangis.

Saat berusaha menolong ibunya, Angelita mengaku ditinju seorang pria, berinisial MP yang merupakan pimpinan sebuah ormas.

Angelita pun mengatakan kepada pria tersebut, dia tidak berhak menghakimi orang.

Namun, menurutnya, pria tersebut malah memukulnya di bagian bibir dua kali.

Saat dia ingin menghampiri ibunya, dia dihalangi beberapa orang hingga terjatuh di tanah.

Kemudian, dia menceritakan, ibunya diarak kembali ke lapangan bola, samping rumahnya.

Baca: Dituding Mencuri, Siswa SPN Dirgantara Diborgol dan Dipersekusi, KPPAD: Sekolah Tak Punya Wewenang

"Bagaimana perasaan seorang anak? anak yang tinggal memiliki ibu. Nggak lagi punya ayah. Saya tidak ingin mencerita kesedihan saya. Saya hanya bertanya, di mana manusia yang memiliki hati nurani," lanjutnya.

Setelah itu, dia menjelaskan MP memberikannya dua pilihan, pergi dari kampung atau usaha ibunya, yaitu kedai tuak dihancurkan.

Kedai tuaknya pun dihancurkan.

Melalui postingannya, Angelita juga membagikan beberapa foto bangunan yang dihancurkan.

Bukan hanya itu, Angelita mengatakan oknum-oknum tersebut juga mengambil dua sepeda motornya, bahkan menuduh barang itu adalah curian.

Atas kejadian itu, Angelita pun menuntut adanya keadilan.

(Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut).

Simak videonya di atas. (Tribun-Video.com/Vika Widiastuti)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Vika Widiastuti
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Viral Video   #Persekusi   #Medan
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved