Terkini Daerah

Pengemudi Ojek Daring Berdemo, Gojek dan Kemenhub Janji Ajak Diskusi Bahas Kebijakan Baru

Rabu, 12 September 2018 22:52 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUN-VIDEO.COM, KUNINGAN -Pengemudi daring se-Jabodetabek yang berafiliasi dalam Gerakan Jabodetabek Bersatu melakukan aksi unjuk rasa lanjutan di Kantor Gojek Indonesia, depan Pasaraya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2018).

Untuk diketahui, sebelumnya mereka juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Grab pada Senin (10/9/2018) lalu.

Pada aksi kali ini, perwakilan dari Gojek atau VP of Coorporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say menemui secara langsung peserta aksi unjuk rasa tersebut.

"Kami sangat paham dengan semua teman-teman yang ada disini. Kami sangat memahami tuntutan-tuntutannya hari untuk hari ini. Kami terima dengan lapang dada semua tuntutannya hari ini," kata Michael di depan kantornya, pada Rabu (12/9/2018).

"Satu hal yang pasti. Segala yang kita lakukan baik tarif maupun insentif kami lakukan untuk keberlangsungan teman-teman yang ada disini," lanjutnya.

Baca: Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Michael mengatakan akan mempertimbangkan tuntutan-tuntutan yang disampaikan pengemudi pada hari ini.

Ia pun berjanji akan melibatkan perwakilan dari para pengemudi setiap kali menentukan kebijakan baru.

"Janji kami satu hari ini adalah untuk melibatkan teman-teman GERHANA (Gerakan Hantan Aplikator Nakal) setiap kali ada kebijakan baru yaitu roda dua dan roda empat. Kami akan terus mengajak diskusi," kata Michael.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan peraturan taksi online yang tercantum dalam Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 (PM 108) tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek kembali digugat beberapa pihak di Mahkamah Agung (MA).

Sampai saat ini PM 108 itu sendiri masih digugat di MA sehingga Kemenhub masih harus menunggu putusan dari MA dan baru bisa merevisi atau mengubah isi dari PM tersebut.

"Nanti kalau ada keputusan dari MA mana yang diterima dan mana yang tidak ini akan kita akan buka kembali untuk Diskusi dan pihak aplikasi dan aliansi yang ada di Indonesia," kata dia.

Meskipun PM 108 masih digugat di MA, Budi mengatakan PM tersebut masih berlaku hingga saat ini.

Simak videonya di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #demo   #ojek daring   #Kebayoran Baru   #GoJek
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved