Tradisi Kungkum Tengah Malam di Area Tugu Suharto Semarang

Rabu, 12 September 2018 22:25 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Jarak yang jauh tak menyurutkan niat Lanjar (60) untuk berendam di sekitar Tugu Soeharto, Semarang pada malam 1 Syuro.

Pria asal Bayat, Klaten ini menuturkan ini merupakan pertama kalinya berendam di kawasan yang menjadi pertemuan dua sungai itu, yaitu Sungai Kreo dan Sungai Garang.

Ia meyakini dengan berendam di sungai sekitar Tugu Soeharto pada malam 1 Syuro, maka keinginannya dapat terwujud.

Lancar juga menyebutkan ini merupakan satu cara berkomunikasi dengan sang pencipta.

"Saya mintanya agar sekeluarga diberikan kesehatan dan kesejahteraan, selanjutnya dipermudah dalam mencari rejeki buat saya dan anak saya," kata Lanjar, Kamis (21/9/2017) dini hari.

Sebelumnya, ia juga pernah menyambangi beberapa tempat untuk melaksanakan ritual berendam pada malam pergantian tahun baru hijriah ini.

"Saya pernah juga berendam di Pantai Parangtritis, pada saat itu saya berjalan kaki dari Bayat, Klaten sampai ke pantai," ujar Lanjar.

Peminat untuk berendam pun bukan saja dari luar kota, namun juga dari warga sekitar Tugu Soeharto.

Sama halnya dengan Aditya (24), warga Dewi Sartika, Sukorejo, Gunungpati.

Baca: Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Pada malam itu ia akan berendam serta membersihkan tiga buah kerisnya.

Ia menuturkan ritual ini telah ia lakukan sejak kecil.

Biasanya Ia akan berendam tepat pada pukul 00.00 WIB.

"Lama berendam itu tidak semua orang sama. Tergantung banyaknya step-step ritual yang dilakukan oleh orang tersebut," ungkapnya.

Pada malam itu, ritual berendam dijaga oleh tim gabungan Basarnas, Sarda dan IOF.

Sebanyak 12 personil gabungan tersebut dikerahkan untuk mengawasi ritual tiap tahun itu.

Hardi Amanu Rijal, Komandan Tim Rescue Basarnas menuturkan timnya berjaga-jaga melakukan pengawasan apabila debit air mendadak meningkat.

" Kami akan menginformasikan kepada warga agar meninggalkan sungai apabila debit air meningkat akibat air kiriman," tutupnya.

Tak hanya ritual berendam, para warga pun juga mengadakan festival budaya pada sekitar lokasi tersebut.

Bahkan jembatan yang berada area tersebut juga disulap oleh warga menjadi pasar dadakan. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Tugu Soeharto   #Semarang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved