Terkini Daerah

SMK di Batam Punya Sel Tahanan, Siswa yang Dihukum Diperlakukan Mirip Napi hingga Trauma Berat

Rabu, 12 September 2018 20:35 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melakukan praktik tindak kekerasan ala militer.

Bahkan, ditemukan pula sel tahanan untuk menghukum murid di sekolah tersebut.

Hal itu terungkap setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Kepri menerima laporan soal adanya siswa SMK itu yang dihukum.

"KPAI dan KPPAD Kepulauan Riau (Kepri) menerima laporan mengejutkan terkait adanya siswa yang dimasukkan dalam sel tahanan di sebuah SMK swasta di Batam," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

"Dalih penahanan seorang anak diduga atas nama mendisiplinkan karena ada pelanggaran yang dilakukan siswa di sekolah tersebut," lanjutnya, seperti dikutip Tribun-Video.com dari Kompas.com.

Melansir Tribunnews.com, Retno juga menyebutkan bahwa lamanya penahanan siswa yang ditahan di sel tergantung dari tingkat kesalahannya.

"Bahkan ada siswa yang mengalami penahanan lebih dari satu hari," kata Retno.

Siswa yang dihukum pun diperlakukan mirip pelaku tindak pidana kriminal.

Kronologi kejadian yang dilaporkan dimulai saat korban, siswa berinisial RS (17), dituduh dan dipaksa mengaku mencuri uang ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).

RS, yang merasa tertekan dan mengatakan tak melakukan hal itu, kemudian kabur.

Namun, ia akhirnya kembali ke Batam melalui Bandara Hang Nadim.

Di sana ia dijemput paksa ED, pelaku, yang juga anggota kepolisian dan pemilik modal sekolah swasta itu.

Baca: Ditanya Pilih Jokowi atau Prabowo, Begini Jawaban dan Saran Cak Nun

Tangan RS diborgol saat digiring menuju mobil.

Di dalam mobil RS dipukul sebelum akhirnya dijebloskan ke 'penjara'.

Tak berakhir di situ, RS juga mengalami tindak kekerasan dalam sel tahanan SMK swasta itu.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/9/2018), korban juga mendapat hukuman fisik.

"Pada 8 September 2018 yang lalu, RS mendapatkan hukuman fisik, disuruh berjalan jongkok di perkarangan sekolah yang beraspal dalam kondisi tangan masih diborgol dan disaksikan teman-temannya yang lain," ujar Retno.

Setelah itu, kejadian tersebut disebar pelaku ke media sosial dan sanak keluarga korban melalui aplikasi pesan instan.

Korban lantas trauma berat akibat perundungan hingga membutuhkan penanganan medis dan psikis.

Proses belajar mengajar di sekolah itu pun disebutkan tak berjalan maksimal.

Hal itu lantaran pelatihan ala militer lebih banyak dilaksanakan.

"Menurut informasi yang diterima, proses belajar mengajar tidak berjalan sebagaimana mestinya karena kurang porsi jam belajar dengan guru lainnya. Siswa tidak fokus belajar, tapi fokus latihan semimiliter," ujar Retno.

"Siswa-siswa diajarkan menembak dengan senapan angin. Selain itu juga mengemudikan mobil dalmas milik sekolah," lanjut dia.

Atas kasus ini, KPAI berencana menempuh jalur hukum untuk mencegahnya terjadi lagi.

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta EW)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul KPAI Temukan Sekolah Swasta Semimiliter Lengkap dengan Sel Tahanan

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved