Viral Video

Video Iklan Kontroversial Presiden Jokowi yang Muncul di Bioskop, Tuai Pro-Kontra Sejumlah Tokoh

Rabu, 12 September 2018 19:08 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Iklan di layar bioskop yang menampilkan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral di media sosial.

Tayangan video itu disebut-sebut sebagai bagian dari kampanye Jokowi menjelang Pilpres 2019.

Cuplikan iklan berdurasi asli tiga menit tersebut diunggah oleh oleh akun Twitter @baciritaID, Rabu (12/9/2018).

Terlihat dalam video, tayangan menyoroti pembangunan bendungan di era Presiden Joko Widodo yang membuat rakyat lebih sejahtera.

Berbagai kalangan pun menanggapi iklan yang tayang di Bioskop XXI tersebut.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon juga turut angkat suara terkait munculnya iklan kinerja Presiden tersebut lewat akun Twitter pribadinya, @fadlizon, pada Rabu (12/9/2018).

Fadli meminta iklan di bioskop yang menampilkan pembangunan bendungan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dicopot.

"Sebaiknya iklan ini dicopot dr bioskop," tulis Fadli Zon.

Selain itu menurut Fadli, iklan tersebut merusak suasana dan serela.

"Sangat merusak suasana n selera," cuit Fadli Zon.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi iklan Presiden Joko Widodo yang muncul di bioskop.

Ferdinan menilai penayangan iklan pemerintah Joko Widodo di layar bioskop telah melanggar etika kepatutan.

Tanggapan tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya, @LawanPoLitikJW, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya, hal tersebut telah mengganggu hak masyarakat sebagai konsumen yang datang dan membayar untuk mendapatkan hiburan dengan menonton film di bioskop.

"Wahh katanya sukses, tp koq ampe hrs iklan di Bioskop? Org sukses tak perlu iklan berlebihan apalagi harus mengganggu kenyamanan org yg sdh bayar untuk menonton film di bioskop. Tiba2 di rusak olh iklan dia yg katanya berhasil, ini meengganggu hak2 konsumen yg sdh membayar," cuit Ferdinand.

Baca: Sindir Iklan Jokowi di Bioskop, Ferdinand Hutahaean: Sadar Ya Sudah Tak Diinginkan Rakyat Lagi?

Selain itu Ferdinand juga tampak membandingkan Jokowi dengan pendiri Apple Steve Jobs dan pendiri Alibaba Jack Ma yang tidak mengiklankan dirinya.

Bahkan secara terang-terangan Ferdinand juga menyindir Jokowi yang menurutnya telah sadar bahwa rakyat tak menginginkannya lagi.

"Steve Jobs tdk pernah mengiklankan dirinya, Jack Ma juga tidak. Itulah orang orang yang berhasil..!!

Ngiklanin diri koq berlebihan ampe masuk ranah private bioskop.

Sadar ya kalau sudah tidak diinginkan rakyat lagi?," tulis Ferdinand Hutahaean.

Sementara itu berbeda dari Fadli Zon dan Ferdinand Hutahaean yang kontra terhadap iklan tersebut, Fazal Assegaf menanggapi positif iklan Jokowi tersebut.

Ketua Progress 98 tersebut tidak setuju apabila penayangan iklan pemerintah Joko Widodo di layar bioskop dianggap sebagai kampanye.

Tanggapan tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @faizalassegaf, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya penayangan iklan yang berisi hasil capaian Pemerintahan Jokowi tersebut wajar.

Pasalnya menurutnya sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah melakukan sosialiasai kepada publik.

Sehingga ia menyayangkan apabila hal tersebut direspon secara negatif oleh pihak-pihak tertentu

"Soal iklan JKW di bioskop mosok dituding sbg kampanye. Yg namanya pemerintah justru wajib melakukan sosialiasi kpd publik. Ngawur bila soal gituan direspon scr brutal oleh kelompok sumbu pendek!," Cuit Faizal.

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Alfin Wahyu Yulianto)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help