Kebo Kiai Slamet Dimandikan hingga Warga Berebut Air, Begini Prosesi Adat sebelum Kirab Malam 1 Suro

Selasa, 11 September 2018 20:18 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah kebo bule Kiai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menjalani serangkaian prosesi adat sebelum diarak dalam kirab malam 1 suro.

7 dari 15 kerbau peliharaan keraton yang akan dikirab dimandikan di Kandang Mahesa Pusoko yang berada di Alun-alun selatan Keraton Kasunanan Surakarta hadiningrat.

Pantauan Tribun-Video.com di lokasi, Selasa (11/9/2018), sejumlah Srati (perawat) kebo Kiai Slamet tampak sibuk mengurus kebo-kebo untuk dipersiapkan menjelang kirab malam 1 suro.

Usai dimandikan, Ke-tujuh kerbau diarak untuk dipindahkan dari kandang di Alun-alun Selatan menuju kandang di Kampung Gurawan yang merupakan kandang asli.

Saat keluar dari kandang, kebo-kebo bule tersebut sempat mengamuk dan lari ke tengah alun-alun.

Mereka tampak ketakukan karena ramainya masyarakat yang menyaksikan prosesi yang dilakukan sebelum kirab pada malam harinya.

Namun beberapa srati tampak berhasil membujuk dan membawa kebo-kebo bule tersebut berjalan menuju kandang aslinya di Kampung Gurawan.

Sesampainya di Kandang Gurawan, kebo-kebo bule didoakan dan dilakukan beberapa prosesi adat oleh pihak dari keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Baca: 2 Kebo Bule Tertua Keraton Surakarta Justru Tak Diikutkan saat Kirab Malam Satu Suro, Ini Alasannya

Usai didoakan, makanan yang digunakan dalam prosesi adat kemudian dibagikan hingga menjadi rebutan warga yang memadati sekitar kandang.

Tampak beberapa warga saling dorong berebut nasi yang usai digunakan untuk prosesi adat.

Mereka percaya bahwa nasi tersebut dapat membawa berkah, tergantung harapan apa yang akan diharapkan dari masing-masing yang mendapatkannya.

Tak cukup sampai di situ, prosesi dilanjutkan dengan prosesi ruwatan berupa mandi tepat di samping kandang kebo.

Heri Sulisyo yang merupakan Srati Kebo Kiai Slamet menjadi orang pertama yang menjalani prosesi ruwatan.

Ia dimandikan menggunakan air kembang dari sumur oleh Bu Sri yang disebut-sebut sebagai Ibu-nya (perawat) kebo-kebo Kiai Slamet.

Setelah itu beberapa warga yang juga ingin diruwat, dimandikan Bu Sri secara bergantian.

Sebagai prosesi penutup, Bu Sri membagikan air yang berada di dalam gentong kepada warga yang berkumpul.

Sama dengan nasi yang jadi rebutan, air yang dianggap suci dan membawa berkah tersebut juga menjadi rebutan para warga.

Baca: Abdi Dalem Beberkan Alasan Kotoran hingga Kutu Kebo Bule Jadi Rebutan Warga

Air tersebut menurut Bu Sri diberikan oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta dan berasal dari "Sendang".

Sementara itu kirab malam 1 suro di Keraton Kasunanan Surakarta sendiri diakan pada Selasa (11/9/2018) malam hingga Rabu (12/9/2018) dini hari.

Heri sebagai srati kebo mengatakan kebo-kebo tersebut diistirahatkan di kandang Gurawan hingga menunggu panggilan dari keraton untuk memulai kirab.

"Nunggu perintah dari keraton, diberangkatkan jam berapa nanti nunggu di Bangsal Kamandungan untuk menunggu perintah raja berjalan kirab" tutur Heri.

Untuk kirab malam 1 suro pada tahun ini, pihak keraton hanya akan mengeluarkan 7 dari 15 kebo bule peliharaannya.

"Kebo yang dikirab hanya 7, totalnya sebenarnya ada 15, tapi nggak semua dikirab karena biasanya sesama jantan akan tarung jika disatukan," tutur Heri.

Tujuh kebo bule yang akan dikirab itu bernama Sukro, Apon, Juminten, Mugi, Pahing, Jabu, dan Siam.

Ketujuh kebo tersebut dipilih lantaran sudah jinak dan terbiasa berinteraksi dengan masyarakat.

Simak videonya di atas!(Tribun-Video.com/ Alfin Wahyu Yulianto)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Alfin Wahyu Yulianto
Videografer: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help