Wisatawan Keluhkan Fasilitas di Hutan Mangrove Karimunjawa

Selasa, 11 September 2018 07:56 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUN-VIDEO.COM, JEPARA - Wisata alam di Karimunjawa memang lengkap. Selain pantainya indah, air laut bening cocok untuk snorkling, batu karang memesona juga ada hutan mangrove. Objek wisata Karimunjawa kini telah mendunia, seperti Bali dan Lombok.

Namun demikian, bukan berarti objek wisata itu sudah sempurna. Ada sebagian pengunjung mengunjungi hutan mangrove Karimunjawa menilai, masih kurang fasilitasnya.

Pasalnya, tampat traking berupa kayu berlubang di beberapa sisi, dan tidak tersedianya kamar kecil untuk wisatawan.

Diketahui, hutan mangrove Karimunjawa yang terletak di Desa Kemujan memiliki luas mencapai 222,2 hektar, dari total luasan. Pengunjung disediakan jalan setapak dengan jarak kurang lebih 2 kilometer untuk berkeliling kawasan hutan.

Romi M (36) satu di antara pengunjung asal Boyolali Jateng menuturkan, pemandangan indah menemani perjalanannya mengitari hutan mangrove.

"Kalau pemandangan sangat keren, selain bisa melihat secara langsung ekosistem mangrove juga bisa melihat pemandangan dari atas gardu pandang," jelasnya, Senin (10/9/2018) pagi.

Baca: Jokowi Lakukan Kunjungan ke Korea, Fahri Hamzah: Pak Saya Titip Pelajari Pemberantasan Korupsi

Ia menyesalkan minimnya sarana dan prasarana yang ada di wisata hutan mangrove yang terkesan apa adanya.

"Seperti ketersediaan tempat sampah dan kamar mandi. Kalau tempat sampah ada hanya saja titiknya jauh, kamar mandi tidak ada padahal wisatawan harus jalan jauh kalaupun ingin ke kamar mandi harus keluar lokasi dan naik kendaraan," ujarnya.

Pihaknya berharap ada penambahan fasilitas, karena Karimunjawa sudah mendunia.

Yanuar satu di antara warga Karimunjawa menerangkan, hutan mangrove merupakan penahan abrasi utama di kepulauan yang ia tinggali.

"Mayoritas mengandalkan perekonomian dari wisata, dan hutan mangrove jadi satu di antaranya. Terkait fasilitas masyarakat bersama pemerintah bekerjasama mengembangkan hutan ini. Dan terbukti dari tahun 1995 hingga kini hutan mangrove bertambah lebat dan fasilitas yang ada akan diperbaiki secara bertahap," timpalnya. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #Karimunjawa   #Hutan Mangrove   #Jepara
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved