Sejarah Naskah Kuna Beracun di Cirebon, Buat yang Membuka Muntah Darah hingga Meninggal

Sabtu, 8 September 2018 10:45 WIB
Tribun Jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUN-VIDEO.COM, CIREBON - Puluhan Naskah Kuna tampak tersimpan rapi di dalam Museum Muhammad Arifin, atau Pangeran yang merupakan anak keempat Pangeran Sunan Gunung Jati Cirebon, di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Semua naskah itu asli berupa tulisan tangan.

Naskah tersebut tertulis di atas berbagai jenis kertas, yaitu kertas lontar, kertas daluang, kertas eropa, kertas polos, dan polos bergaris.

Naskah kuna tersebut merupakan peninggalan Pangeran Sunan Gunung Jati serta keturunannya.

Naskah tertua ditulis pada 1700 atau sudah berumur 318 tahun.

Baca: Piringan Hitam Asian Games 1962 Masih Terawat di Museum Lokananta Solo

Sebanyak 48 naskah kuna yang ada di dalam museum itu sebagian besar menceritakan sejarah Pangeran Gunung Jati.

Dahulu, naskah kuna tersebut adalah naskah beracun.

Tidak sembarangan orang dapat membuka naskah tersebut.

Bahkan, ada beberapa orang yang meninggal akibat salah membuka naskah kuna tersebut.

Racun yang ada dalam naskah tersebut dibuat dari racun tumbuhan atau biasa disebut upas.

Tujuan dibuatnya racun dalam naskah tersebut untuk mencegah naskah dimakan serangga.

Akibat terputusnya cara membuka naskah tersebut, banyak orang yang meninggal.

Baca: Melihat Jakarta saat Asian Games 1962 di Museum Sejarah Jakarta

Dahulu, naskah tersebut disimpan di tempat tertutup.

Orang yang membuka naskah tersebut tidak boleh bersentuhan langsung dengan memegang naskah melainkan harus memakai alat perantara.

Namun, saat ini, naskah kuna beracun itu sudah dinetralisir sehingga sudah tidak berbahaya.

Artinya, siapa saja bisa menyentuh naskah tersebut.

Naskah beracun itu dinetralisir pada sekitar 1990 dengan cara dibuka secara berkala di area terbuka. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul "Naskah Kuna Beracun, Dari yang Muntah Darah Hingga Meninggal Akibat Membuka Naskah Tersebut [VIDEO]".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help