Menjelang Hari Raya Iduladha, Harga Sapi Lebaran di Klaten Malah Turun

Jumat, 10 Agustus 2018 22:07 WIB
Tribun Video

Laporan Wartawan Tribun-Video.com, Fatikha Rizky Asteria N

TRIBUN-VIDEO.COM, KLATEN - Hari raya Iduladha atau biasa disebut Lebaran Haji akan jatuh pada Rabu (22/8/2018) pekan depan.

Saat hari raya tersebut, umat Islam akan menyembelih sapi atau kambing untuk berkurban.

Menjelang Lebaran, mereka akan berbondong-bodong membeli hewan tersebut dari para penjual sapi atau kambing.

Dengan banyaknya permintaan pasar tentunya akan membuat harga sapi melambung tinggi.

Namun rupanya hal tersebut tidak berlaku untuk tahun ini.

Baca: Ular Piton Berukuran 2 Meter Harus Dioperasi usai Menelan Boneka Sapi

Setidaknya, menurut Jangkung Budi Santoso (54), seorang blantik (penjual sapi), harga sapi Lebaran tahun ini mengalami penurunan.

"Dari Rp24 juta turun jadi Rp23 juta," ujar Jangkung saat ditemui di Pasar Sapi Bonyokan, Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (9/8/2018).

Jangkung mengungkapkan tahun ini ia tidak mendapat keuntungan dari penjualan sapinya.

Malahan, ia mengalami kerugian.

"Enggak untung, tahun ini kalau ditotal minus," ucapnya.

"Karena mungkin perubahan harga. Biasanya kan harga naik, ini malah turun," lanjut Jangkung.

Ia mengaku biasanya bisa menjual sejumlah 60 ekor sapi setiap tahunnya.

Namun tahun ini, Jangkung mengaku baru bisa menjual sekitar 25 ekor sapi.

"Biasanya kalau sapi, kalau dijual 60 ekor," kata dia.

Baca: Jelang Lebaran, Pedagang Keluhkan Minimnya Peternak Sapi yang Berimbas pada Harga Pasaran

"Baru 25 ekor yang dijual tahun ini. (Targetnya) 50-an ekor dalam setahun," ucapnya.

Jangkung pun berharap agar pemerintah menstabilkan harga sapi.

"Sarannya (kepada Pemerintah) harga distabilkan, enggak naik turun naik turun," ujarnya.

Selain itu, ia berharap agar pemerintah juga membatasi sapi impor.

"Impor ya dibatasi, enggak asal masuk," katanya.

"Selama ini kan yang ngetop yang punya modal banyak, seumpamanya pejabat punya modal, lalu jual sapi dan belinya dari luar negeri, itu kan merugikan rakyat. Keuntungan paling besar kan dari Australia, kalau yang punya modal besar kan bisa impor (sapi)," tuturnya.

Simak video di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Iduladha   #Kabupaten Klaten   #sapi
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help