Pascadeklarasi, Mahfud MD Sebut Keputusan Jokowi Tepat dan Minta Semua Menghargai

Jumat, 10 Agustus 2018 14:47 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Mahfud MD buka suara soal dirinya yang tidak jadi cawapres Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Jumat (10/8/2018).

Mahfud MD mengucapkan maaf dan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersimpati kepadanya.

"Saya minta maaf dan berterima kasih kepada masyarakat yang mengirim pesan atau pertanyaan dan simpati kepada saya terkait keputusan Pak Jokowi memilih KH Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya," tulis Mahfud MD.

Ia juga meminta maaf karena hanya bisa membaca tanpa bisa membalas pesan simpati yang diberikan kepadanya.

"Ada ribuan WA, SMS, Twitter, dll. Saya minta maaf karena saya hanya bisa membaca tanpa bisa menjawab 1 persatu," lanjutnya.

Baca: Tak Dipilih Jokowi, Mahfud MD Mengaku Kaget Meski Tak Kecewa

Mahfud MD menambahkan, keputusan yang Jokowi ambil adalah realistis.

Ia mengaku tak kecewa, hanya sempat merasa kaget saja.

Menurut keterangannya, ia sudah bertemu dengan Jokowi dan mengaku memaklumi putusan yang telah diambil.

"Keputusan Pak Jokowi itu adalah realitas politik yang tak terhindarkan. Meski kaget saya tidak kecewa. Saya sudah bertemu berdua dengan Pak Jokowi. Saya memaklumi pilihan itu sulit dihindarkan," ungkap Mahfud MD.

Dosen UII ini menilai Jokowi tak perlu merasa bersalah dengan keputusan yang telah diambil.

"Saya bilang, Pak Jokowi tak perlu merasa bersalah. Itu hak beliau untuk memutuskan yang terbaik," tambah Mahfud MD.

Ia mengatakan, yang terpenting sekarang adalah NKRI karena menurutnya Mahfud MD dan Ma'ruf Amin hanya sebuah nama.

"Bagi kita yang terpenting NKRI ini terawat dengan baik. Keberlangsungan NKRI jauh lebih penting daripada sekedar nama Mahfud MD dan Ma'ruf Amin," tulisnya lagi.

Baca: Tanggapi Mahfud MD Tak Jadi Cawapres Jokowi, Dahnil Simanjuntak: Bukan Politisi Baperan dan Karbitan

Mahfud MD juga mengaku ikhlas karena ia telah berusaha, tetapi Tuhan menentukan hal lain.

"Secara agama, saya dan kawan-kawan sudah berusaha tapi Tuhan juga yang menentukan. Tidak ada daya atau hal yang bisa diberdayakan tanpa izin Allah," tukas Mahfud MD.

Menurutnya semua ini adalah keputusan dari Jokowi, dan ia mengimbau agar semua menghargainya.

"Yang sudah diputuskan oleh Pak Jokowi sudah sesuai dengan hak dan mekanisme konstitusional. Kita harus terima itu sebagai kesadaran konstitusional kita," cuit Mahfud MD.

Hal tersebut agar negeri ini tidak hancur jika semua tak terima sebagai kesadaran konstitusi dan hukum.

"Alangkah ngeri hidup bernegara kalau kita tak punya kesadaran berkonstitusi dan berhukum! Itu yang harus ditekankan untuk merawat NKRI," lanjutnya.

Sekali lagi, Mahfud MD mengimbahu semua masyarakat ikut poros-poros konstitusional yang berlaku.

"Mari kita terus dengan rumah NKRI. NKRI adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita bangsa Indonesia. Ikuti terus poros-poros konstitusional yang berlaku," imbau Mahdfud MD.

Diketahui Jokowi telah mengumumkan nama cawapresnya didampingi sejumlah ketua umum dan sekjen partai koalisi.

Deklarasi tersebut dilakukan di Plataran Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Yang mendampingi saya sebagai calon wakil presiden periode 2019-2023 adalah Prof Dr KH Ma'ruf Amin," kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa persnya.

Simak video di atas!(Tribun Video/Aprilia Saraswati)

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved