Sandiaga Uno Disebut Ingin Gulingkan Prabowo Jadi Capres 2 Minggu Lalu lewat Orang Utusan

Jumat, 10 Agustus 2018 13:37 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief secara terang-terangan membeberkan pencapresan Prabowo Subianto yang dikabarkan akan menggandeng Sandiaga Uno.

Melalui akun twitternya, @AndiArief__, Kamis (9/8/2018), ia menceritakan pertemuannya dengan utusan Sandiaga Uno sekitar dua minggu lalu.

Ia menyebut, dalam pertemuannya itu, utusan Sandiaga Uno meminta pihak Partai Demokrat untuk menggulingkan pencalonan Prabowo - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar menjadi Sandiaga Uno - AHY.

Setelah pertemuan itu, lanjutnya, ia juga sempat bertemu dengan Sandiaga Uno.

Baca: Profil dan Karier Sandiaga Uno: Dari Bekerja di Perusahaan Namun Bangkrut hingga Jadi Politisi

Setelah itu ia menyampaikan pesan tersebut kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun SBY merespons bahwa dirinya tak akan pernah mengkhianati Prabowo Subianto.

"Suatu hari utusan Sandi Uno diutus bertemu saya untuk menggulingkan pencalonan Prabowo-AHY menjadi Sandy-AHY, Esoknya saya ditenukan dengan Sandi Uno. Saya sampaikan ke SBY, lalu SBY bilang ; *Saya tak akan pernah khianati Prabowo,*" tulis Andi Arief.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak kecewa sedikitpun pada pencapresan Prabowo - Sandiaga Uno.

Namun, lanjutnya, ia hanya ingin Prabowo Subianto mengetahui bahwa orang yang digadangnya menjadi cawapres adalah orang yang dua minggu lalu akan menggulingkannya.

"Saya tidak kecewa sedikitpun pada pencapresan Prabowo - Sandi Uno. Saya hanya ingin tuit ini didengar Prabowo bahwa orang yang akan menjadi cawapresnya adalab yg dua minggu lalu akan menggulingkannya," tulis Andi Arief.

Kendati demikian, kedua kubu ternyata masih dalam satu koalisi.

Baca: Andi Arief: Demokrat Tak Berkoalisi Dengan Prabowo, Jenderal Kardus Belum Berubah

"Meski Partai demokrat merasa ada jalan salah yang ditempuh Prabowo dalam memimpin koalisi ini, namun sampai siang ini kami masih berada dalam barisan koalisinya. Sampai detik ini," tandas Andi Arief.

Sebelumnya dikabarkan, Andi Arief terang-terangan mengkritik keras Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus, karena lebih mementingkan uang daripada partai pada Rabu (8/8/2018).

"Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS," cuit Andi Arief.

Saat dikonfirmasi, Andi Arief membenarkan tulisannya tersebut. Ia mengaku kecewa karena Prabowo lebih mementingkan uang daripada perjuangan.

"Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com di akun Twitter @AndiArief__, Andi Arief tak langsung menyebut nama Prabowo Subianto.

"Capres yang takut karena ancaman partai tertentu lalu takluk, pasti kalau teriak anti asing cuma hiasan dibibir," ungkapnya.

Cuitan berikutnya, Andi Arief mencuitkan, "Operasi pertama adalah Jokowi Calon tunggal. Jika tidak berhasil maka operasi aelanjutnya menunjuk wakil Prabowo yang lemah dengan memanfaatkan kesulitan logistik Prabowo. Kalau sepakbola namanya pengaturan skor."

Baca: Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar RP 500 M, Prabowo - Sandiaga Uno Terancam Batal Maju Pilpres 2019

Selanjutnya, Andi Arief memberikan keraguannya tentang Prabowo yang dalam orasinya menggelegar tapi tak mewakili mentalnya.

"Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken," tangkapan layar Twitter @AndiArief_.

Sebelum menyebut Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus, Andi Arief blak-blakan dalam cuitannya bahwa Demokrat menolak kedatangannya ke Kuningan.

"Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghatgai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus," ungkapnya.

Menurut Andi Arief, cara Prabowo Subianto mencari cawapres membuat Partai Demokrat tak cocok.

Ia kembali mencuit, "Partai Demokrat tidak alami kecocokan karena Prabowo dalam menentukan cawapresnya dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN. Ini bukan DNA kami."(Tribun Jakarta/Erlina Fury Santika)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul "Sandiaga Uno Digadang Cawapres Prabowo, Andi Arief: Itu Orang yang Dulu Akan Menggulingkannya".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: TribunJakarta
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved