Sempat Disebut jadi Cawapres Jokowi, Sepak Terjang Mahfud MD dari Dosen, DPR RI hingga Ketua MK

Kamis, 9 Agustus 2018 20:53 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Sejumlah ketua umum dan Sekjen partai koalisi pendukung Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan nama Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan diusung dalam Pilpres 2019.

Nama tersebut diumumkan setelah sejumlah petinggi partai melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo di Plataran Resto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) sore.

Nama Mahfud MD sempat digadang-gadang menjadi cawapres Jokowi.

Hal tersebut mencuat lantaran namanya masuk di jajaran 10 nama cawapres Jokowi yang di Muhammad Romahurmuziy, berikut profil singkat dari Mahduf MD.

Mahfud MD, akademisi yang pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi ini, tercatat pernah menjadi Ketua Pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden 2014.

Menjelang Pilpres 2019, namanya masuk daftar kandidat bakal calon wakil presiden bagi Joko Widodo. Seperti apa rekam jejak Mahfud?

Awal karier

Mohammad Mahfud MD lahir pada 13 Mei 1957 di Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dia lahir dari pasangan Mahmodin dan Siti Khadijah.

Pendidikan dasarnya dijalani di Kecamatan Waru, Pamekasan.

Baca: Disebut Calon Terkuat, Mahfud MD Mengaku Tak Kecewa dan Telah Siapkan Diri dengan Keputusan Jokowi

Masa kecil Mahfud juga diisi dengan menjalani pendidikan di Madrasah Diniyah pada sore hari. Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) di Pamekasan.

Setelah tamat dari PGA, dia melanjutkan ke Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) di Yogyakarta.

Selanjutnya, Mahfud berhasil masuk Sastra Arab UGM dan Fakultas Hukum UII secara bersamaan. Akhirnya, dia lebih memilih UII karena keinginan untuk lebih mendalami hukum.

Ketika berada di kampus, dia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan lembaga pers.

Di sinilah jiwa politik Mahfud terasah.

Pada 1983, Mahfud lulus dari Fakultas Hukum UII dan kemudian bekerja sebagai dosen untuk almamaternya. Sembari menjadi dosen, dia melanjutkan kuliah S2 dan S3 di UGM.

Kariernya semakin cemerlang ketika Mahfud MD dikukuhkan sebagai guru besar bidang politik hukum pada 2000.

Baca: BREAKING NEWS: Jokowi Pilih Maruf Amin jadi Cawapres untuk Pilpres 2019

Sepak terjang Mahfud membuat Gusdur memilihnya menjadi Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional.

Mahfud juga merangkap sebagai Menteri Kehakiman dan HAM setelah Yusril Ihza Mahendra diberhentikan oleh Gusdur.

Terjun ke dunia politik dan menjadi hakim konstitusi

Setelah menapaki karier sebagai menteri, Mahfud mencoba masuk ke dunia politik.

Awalnya, dia tergabung dalam Partai Amanat Nasional (PAN), dan kemudian pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mahfud terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2004-2008 untuk Fraksi PKB.

Ia ditempatkan di Komisi III DPR RI.

Mahfud juga tercatat sebagai Anggota Tim Konsultan Ahli pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN). Tidak hanya masuk ranah politik, pada 2008, ia terpilih menjadi hakim konstitusi melalui jalur DPR dan terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi selama dua periode, 2008-2011 dan 2011-2013.

Pada 2014, ia menjadi ketua tim pemenangan Koalisi Merah Putih yang mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

Namun, Prabowo-Hatta kalah dalam Pilpres 2014. Selanjutnya, bagaimana kiprah Mahfud?(Kompas.com/Aswab Nanda Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul INFOGRAFIK: Mahfud MD

Tonton juga:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Kompas.com
Tags
   #Jokowi   #Mahfud MD   #DPR RI
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help