Tanggapan Warga Inggris Terhadap Turis yang Tampar Petugas Bandara Ngurah Rai

Sabtu, 4 Agustus 2018 00:12 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Turis bernama Auj-e Taqaddas (42) asal Inggris yang menampar petugas imigrasi bernama Ardyansyah (28) di Bandara Ngurah Rai memang tengah menjadi sorotan.

Bahkan, media Inggris The Daily Mail pada Rabu (1/8/2018) juga memberitakan peristiwa tersebut dan menuai banyak komentar dari warga Inggris itu sendiri.

Dilansir Tribun-Video.com dari The Daily Mail, kolom komentar berita tersebut banyak dibanjiri reaksi dari warganet Inggris.

Kebanyakan komentar, justru mengecam tindakan Auj-e Taqaddas.

Bahkan ada warganet yang mengatakan, Indonesia bisa menahan Auj-e selama mungkin dan dia tak perlu kembali ke Inggris.

Seorang warganet bernama ExiledJohnBull asal St. Sampson, Guernsey mengatakan jika tidak ada yang sengaja overstay di sebuah negara lebih dari lima bulan.

Dirinya bercerita bahwa pernah ke Indonesia dengan fasilitas bebas visa yang sama dan akan mendapat 31 hari bebas visa.

Pihak otoritas akan memberi stempel khusus di paspor saat datang dan menuliskan tanggal kadaluarsanya.

Berbeda dengan hen1994, asal Farnborough yang mengatakan bahwa memiliki paspor Inggris tidak membuat sesorang mendapat keistimewaan.

Ia bahkan berujar bahwa paspor Auj-e harisnya dicabut lantaran telah membuat negara Inggris hina.

Baca: Bule Tampar Petugas Imigrasi karena Denda Rp57 Juta, Hotman Paris: Memalukan! Penjara dan Deportasi

"Tolong penjarakan dia di sana, dan tetap tempatkan dia di sana," komentar dari almarsh, asal Milton Keynes, Inggris.

"Lempar paspornya ke wajahnya, lalu lihat dia menangis dan minta maaf," tulis dovedove, asal Manchester.

Dilansir dari The Sun, Rabu (1/8/2018), malam itu ia hendak terbang ke Singapura, tetapi ternyata masa berlaku visanya ketahuan telah berakhir sejak 18 Februari.

Ia pun dibawa ke kantor dan dikenai denda karena melebihi masa izin tinggal alias overstay.

Auj-e pun marah-marah, berkata kasar, dan mengolok-olok, bahkan menampar petugas.

Dirinya lantas ditahan di sel tahanan kantor imigrasi, sementara petugas memproses kasus dan menunggu pembayaran darinya.

Penamparan juga telah dilaporkan ke polisi lantaran ia dinilai sama saja semena-mena terhadap perwakilan bangsa.

Turis yang pura-pura tak tahu "overstay" itu pun belum bisa pulang selama pemrosesan pelanggaran yang ia lakukan belum tuntas.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help