Terkait Partai Allah dan Partai Setan, TGB Sebut Salah Konteks dalam Politik

Sabtu, 14 Juli 2018 12:05 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi, menyatakan tidak setuju dengan adanya sebutan "partai Allah" dan "partai setan".

Dilansir dari Kompas TV, TGB terang-terangan menyebut jika penggolongan partai Allah dan partai setan, seperti yang pernah disampaikan oleh Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais, adalah sebuah kekeliruan.

Dia pernah melontarkan isu mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub yakni partai setan dan partai Allah.

"Saya tidak setuju dengan penggolongan partai Allah dan partai setan. Itu salah konteks karena partai apa yang ada di Indonesia bisa mengklaim partainya sebagai hizbullah, dengan kriteria apa dirinya bisa menyebut partainya hizbullah, lalu dengan kriteria apa orang bisa menyebut partai setan," sebutnya.

"Atas dasar apa menuduh sebuah partai setan, sehingga menurut saya penggunaan istilah dalam konteks diametral antara keimanan dan kekufuran antara haq dan bathil tidak pas digunakan untuk kostestasi politik, seharusnya politk dijadikan hal-hal untuk menggali yang positif," ujar TGB.

Baca: Niat Maju Pilpres 2019, Amien Rais Dituding Pernah Peralat Prabowo oleh Ketua DPP Gerindra

Sebelumnya, politisi Demokrat itu mengatakan, tidak boleh menggunakan ayat-ayat yang berisi soal perang sebagai ceramah untuk politik.

Menurutnya kontestasi politik berbeda dengan perang.

"Ada banyak sekali beberapa orang, berorasi di depan publik, ada ayat Surat Ali Imran, Al Anfal, dan At-Taubah, itu yang kerap digunakan untuk kontestasi politik. Nah, saya menganjurkan agar tidak menggunakan ayat-ayat perang. Saya tidak bisa membayangkan jika publik berpikir bahwa pilkada seperti halnya perang yang dilakukan Rosulullah dan para sahabat, pasti hal itu akan terjadi permusuhan, padahal tahun 2014 belum selesai dan besok 2019 diproduksi lagi," ujar TGB.

TGB lantas mengatakan bahwa di dalam pemilu yang paling penting adalah kompetisi dalam kebaikan.

Baca: Terkesan dengan Kepemimpinan Jokowi, TGB: Beliau Bukan Pemimpin yang Terlalu Banyak Berwacana

"Dalam konteks ayat perang saat itu kaum kafir quraish ingin menghancurkan Madinah, peperangan antara yang haq dan bathil (benar dan salah), sementara saat ini kan tidak ada yang ingin menghancurkan, semuanya ingin berbuat baik agar Indonesia maju ke depan, Indonesia yang mampu kompetitif dengan negara lain," ujar TGB.

Menurutnya, pemilu hanya mekanisme mencari pemipin yang terbaik

"Pemilu adalah mekanisme lima tahunan, kita bisa mencari yang terbaik, hal-hal yang bisa ditawarkan untuk bangsa, maka itu yang kita pilih," ujarnya.

Amien Rais sebut ada partai Allah dan partai setan

Seperti diketahui, Amien Rais, usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018), menyebut ada partai setan dan partai Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbut syaithan," ujar Amien Rais.

"Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah, parrtai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.

Namun, saat dikonfirmasi usai memberikan tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.(TribunWow.com/Woro Seto)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Soal Partai Setan dan Partai Allah, TGB: Saya Tidak Setuju, Itu Salah Konteks

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Alfin Wahyu Yulianto
Sumber: TribunWow.com
Tags
   #TGB Zainul Majdi   #Amien Rais   #partai
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved