Disinggung soal Kasus Pelanggaran HAM Era Orba, Tommy Soeharto: Silakan, Malah Kita Bantu Ungkap

Kamis, 12 Juli 2018 17:36 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Hutomo Mandala Putra anak dari mantan Presiden Soeharto yang kerap dipanggil dengan sebutan Tommy Soeharto menjawab banyaknya tudingan yang mengatakan bahwa terdapat pelanggaran hak asasi manusia di era Orde Baru (Orba).

Jawaban dari Tommy tersebut terlontar saat menjawab pertanyaan Najwa sebagai host di acara Mata Najwa yang tayang pada Rabu (11/7/2018).

Dalam acara tersebut, Najwa diberi kesempatan untuk melakukan wawancara eklusif yang bertempat di rumah keluarga cendana.

Najwa sempat membahas mengenai keputusan Tommy untuk terjun ke politik dan mendirikan Partai Berkarya.

Ia juga menanyakan pada Tommy mengenai Yayasan Supersemar dan statusnya sebagai mantan narapidana yang kemudian menjadi seorang pemimpin partai.

Hingga pertanyaan menuju pada kasus pelanggaran HAM di era orde baru.

"Mas Tommy, kembali ke tadi, bahwa kemudian menurut anda situasi politik atau situasi bernegara di zaman orde baru lebih enak dibandingkan dengan zaman reformasi sekarang, atau lebih kondisif begitu," ujar Najwa.

Baca: Polisi Bantaeng Unjuk Keahlian Pasang Senjata dengan Mata Tertutup

"Lalu bagaimana Anda menjelaskan tudingan yang mengatakan pelanggaran HAM yang kerap terjadi di era orde baru?" tanyanya kepada Tommy.

"Kalau itu emang terjadi pada awal reformasi, ada pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati, kenapa gak mengungkap hal itu? Sehingga bisa ketahuan siapa yang melanggar," jawab Tommy.

"Kenapa setelah 20 tahun ini masih diungkap juga masalah HAM yang katanya tidak baik di Orba," sambungnya.

"Anda setuju jika itu harus diungkap?" tanya Najwa.

"Silahkan, bahkan penembakan Trisakti segala macam," jawab Tommy tegas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait peristiwa Trisakti, kenapa hanya Tamtama, Bintara atau Komandan Lapangan yang dikenakan.

Baca: Kisah Penyelam yang Gugur saat Selamatkan 12 Anggota Tim Sepak Bola yang Terjebak di Gua Thailand

Menurutnya, pasti ada sosok yang memberikan perintah kepada pasukan itu.

"Jadi sikap politik Partai Berkarya akan mendukung proses politik maupun proses hukum yang akan membuat kasus pelanggaran HAM ini menjadi terang benderang?" tanya Najwa.

"Kita kan negara hukum, kita harus menegakkan hukum dan harus patuh pada hukum, kalau itu dijalankan ya kita dengan terbuka malah membantu pelanggaran-pelanggaran itu," jawabnya.

Lalu Najwa terus mengejar Tommy dengan pertanyaan mengenai berbagai pelanggaran yang diduga pernah dilakukan Mantan Presiden Soeharto yang disebutkan Komnas HAM, disebutkan oleh lembaga seperti KONTRAS atau AMNES Internasional, bahkan secara gamblang ada lima kasus pelanggaran HAM yang diduga dilakukan hingga ada 10 dosa Presiden Soeharto.

"Kenapa gak diungkap? Selama pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati," jawab Tommy.

"Kalau sekarang dilakukan gak ada manfaatnya untuk yang mengungkap karena peristiwa pidana itu setelah 10 tahun hangus. Kalo mau diungkap sekarang silahkan aja buat kepentingan politik tapi untuk kepentingan hukum gak akan ada manfaatnya," imbuhnya.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/ Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Marak Tudingan Pelanggaran HAM di Era Orde Baru, Tommy Soeharto: Kenapa Gak Diungkap?

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Tommy Soeharto
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved