Diarak hingga Isak Tangis Anggota Pecah, Kapolres Pangkep Dikenal sebagai Pemimpin yang Baik

Kamis, 12 Juli 2018 07:59 WIB
Tribun Pontianak

TRIBUN-VIDEO.COM - AKBP Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Dilansir Tribun-Video.com dari TribunPontianak.co.id, pencopotan jabatan tersebut berdasarkan Surat Telegram Rahasia Kapolri bernomor ST/1679/VII/ KEP./2018.

Jabatan perwira menengah tersebut dicopot karena dirinya diduga berselingkuh dengan staf Polres Pangkep berpangkat perwira pertama.

"Karena dia pimpinan, sedikitpun apa-apa, yang dia buat tidak baik, ya kita segera mengganti dia," kata Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono.

Baca: Diduga Berselingkuh dengan Stafnya, Kapolres Pangkep Dicopot dari Jabatannya

Menurut Umar, tak semestinya seorang Kapolres melakukan kesalahan hingga mencoreng citra Polri.

Maka dari itu akan dilakukan tindakan tegas jika ada Kapolres yang mencoreng citra Polri.

Saat lepas sambut di Mapolres Pangkep, Bambang didampingi sang istri sekaligus ketua Bhayangkari Polres Pangkep.

Lepas sambut diwarnai isak tangis Bambang.

"Saya titip Polres Pangkep, yah. Mohon maafnya dari segala kesalahan yang saya perbuat selama ini," ujarnya sambil terisak.

Bambang dikenal sebagai sosok atasan yang baik oleh anggotanya.

"Tidak ada Kapolres sebaik ini," ujar polisi yang mengarak Bambang.

Brigpol Ahmad Abrar Azis memiliki kenangan tersendiri terhadap mantan atasannya tersebut.

"Bapak orangnya ramah, dia seperti bukan atasan kalau sama kami. Enak diajak curhat dan sudah seperti teman. Curhat apapun itu baik pribadi, masalah kantor maupun keluarga dia beri saran ke kami," ujar Ahmad.

Baca: Dicopot dari Jabatannya karena Dugaan Selingkuh, Kapolres Pangkep: Saya Manusia Biasa

Abrar kemudian menyeka air matanya saat mengenang mantan atasannya tersebut.

Dirinya juga tampak berusaha untuk tidak menangis di hadapan jurnalis Tribun.

"Kami di sini kehilangan sosok seperti beliau. Kalau marah, dia tidak tunjukkan, tapi dilihat dari mimik wajah saja," ujarnya.

"Bapak juga punya ide-ide kreatif menyambut momen. Seperti moment Bhayangkara, 2 Juli 2018 laluu. Ada banyak lomba yang tidak biasa beliau gelar dan melibatkan seluruh personelnya," kata Ahmad usai melepas kepergian Bambang.

Usai diarak, Bambang lalu meninggalkan Mapolres Pangkep.

Isak tangis kembali riuh terdengar tatkala sekumpulan anggota Bhayangkari histeris sambil mengucapkan selamat tinggal untuk Bambang dan istri. (Tribun-Video.com/Tri Hantoro)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Asmara Terlarang dengan Perwira Polwan Terungkap, Kapolres Menangis dan Titip Ini!

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Pontianak
KOMENTAR

Video TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help