Terlalu Banyak Genangan Air, Identifikasi Penyebab Kebakaran Kapal Pelabuhan Benoa Sempat Terhenti

Rabu, 11 Juli 2018 17:34 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM - Dari data terkini kepolisian Benoa menyebutkan bahwa terdapat 37 kapal yang hangus terbakar atas insiden kebakaran di Pelabuhan Benoa.

Sementara 14 kapal di antaranya masih dalam proses pemeriksaan.

Namun, ada 8 kapal yang terselamatkan dari kobaran api dan masih bisa digunakan kambali.

Dilansir Tribun-Video dari TribunBali, dari 14 kapal yang tersisa, polisi memasang garis kuning pada bangkai kapal untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim forensik Bali.

Baca: Fakta-fakta Terbakarnya 40 Kapal di Pelabuhan Benoa Bali, Rugi Miliaran hingga Dugaan Penyebabnya

Bangkai kapal yang diberi garis kuning diyakini merupakan titik awal api bersumber, sehingga kapal tersebut menjadi fokus pemeriksaan polisi.

Namun proses identifikasi di titik api pertama tidak bisa dilanjutkan karena terlalu banyak genangan air.

Kompol Ni Made Sukerti selaku Kapolsek Benoa mengatakan, nantinya jika pembuangan air telah selesai, akan dilanjutkan pemeriksaan dan pengecekan benda yang kemungkinan menyebabkan kebakaran, salah satunya mesin pendingan.

"Saat ini masih dilakukan proses pembuangan air yang ada di dalam kapal, mudah-mudahan terselesaikan hari ini" ujar Sukerti, Rabu (11/7/2018).

Semua Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di kapal tersebut tengah dimintai keterangan oleh polsek.

Terdapat delapan orang ABK, dua penjaga mesin, dan dua mualim, namun kapal tersebut tidak memiliki kapten.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, para ABK ini mengaku sedang tertidur.

Wahyu Suwandi (19), seorang ABK asal Munduk, Cirebon, Jawa Barat, mengaku panik luar biasa saat si jago merah mulai melahap sejumlah kapal.

Baca: Penjelasan Saksi soal Kebakaran yang Melahap sekitar 40 Kapal di Pelabuhan Benoa Bali

"Saat kebakaran itu kita lagi tidur terus dibangunin. Kami panik sampai tidak bisa selamatkan barang-barang. Kita tahunya sekitar pukul 02.30. Awalnya api dari sana (KM Cilacap Jaya Karya), dari pinggir itu," tutur Wahyu saat ditemui di TKP.

Selain Wahyu, ada Syamsudin Sagiman (21), seorang ABK asal Cenang Seronggong.

Wahyu dan Syamsudin sama-sama mengadu nasib di Kapal Banjar Jaring 810.

Kedua ABK ini hanya bisa menyelamatkan diri saat peristiwa kebakaran terjadi.

Barang-barang mereka yakni pakaian, handphone, dan uang, habis dilahap si jago merah.

Yang tersisa hanya pakaian yang dikenakan saat kebakaran tersebut.

"Tersisa cuma pakaian di badan ini saja. Barang-barang, baju, celana, dan hp semua hilang. Uang juga habis. Semuanya panik, takut, anginnya juga kencang saat kejadian," imbuh Wahyu.

Simak Videonya di atas! (Tribun-Video.com/Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul "Nasib Para ABK Yang Kapalnya Terbakar di Pelabuhan Benoa, Kini Hanya Punya Pakaian di Badan".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Riesa Sativa Ilma
Sumber: Tribun Bali
Tags
   #Pelabuhan Benoa   #kapal   #kebakaran
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help