Curiga Banyak Warga yang 'Mendadak Miskin' Minta SKTM untuk PPBD, Pria Asal Blora Lapor Polisi

Rabu, 11 Juli 2018 14:01 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pria warga Kelurahan Mlangseng, Kabupaten Blora, Jawa Tengah melaporkan kasus dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan dalam penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Pria bernama Priyanto Muda Prasetya (45) tersebut meyakini bahwa ada yang tidak beres mengenai SKTM yang dipergunakan untuk syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Aksinya melapor pada kepolisian ini dipicu oleh rasa curiganya ketika akan memasukkan anaknya ke SMK Negeri 1 Blora.

Saat itu ia tidak menyertakan SKTM karena kondisi perekonomian mereka bercukupan.

Priyanto mengira anaknya akan diterima sebagai peserta didik baru, lantaran nilai akhir anaknya telah masuk kriteria dan semua persyaratan telah dipenuhi.

"Namun di hari berikutnya, anak saya tiba-tiba berada di urutan terbawah. Nilai akhir anak saya padahal 20, kalah dengan pendaftar yang menyertakan SKTM."

"Meski nilai 17 dan 18, tapi jika menggunakan SKTM peringkatnya berada di atas anak saya. Saya kemudian cabut pendaftaran anak saya dan pindahkan ke ponpes. Susah daftar di sekolah negeri," ujar Priyanto.

Dikatakannya, hampir 100 persen pendaftar di SMK N 1 Blora melampirkan SKTM.

Padahal, Priyanto mengaku melihat banyak warga yang mengajukan SKTM di kelurahan yang memiliki mobil dan punya motor 250 cc mendaftar menyertakan SKTM.

Keanehan dan kejanggalan tersebut membuat Priyanto melapor ke pihak kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.

"Saya melapor bukan karena kepentingan pribadi tetapi saya merasa kasihan kepada siswa yang seharusnya lebih berhak diterima tetapi dipencundangi dengan SKTM aspal," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK N 1 Blora, Mario, membenarkan bahwa mayoritas pendaftar menyertakan SKTM.

Sesuai peraturan yang berlaku saat ini, dengan melampirkan SKTM maka pendaftar akan diprioritaskan.

"Dengan SKTM, para pendaftar akan mengantongi nilai plus. Prioritas diterima dan ada keringanan biaya. Saat ini yang bertahan mencapai 750 pendaftar. Sebanyak 95 persen menyertakan SKTM. Untuk kuota kami 576 siswa," terang Mario.

Padahal terkait kasus ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah berujar jika warga ketahuan 'memiskinkan diri', maka sanksi yang akan diterima yakni anak akan dikeluarkan dari sekolah.

"Tahun kemarin ada 168 siswa yang dicoret, setelah ketahuan bukan dari keluarga miskin," kata Ganjar, Kamis (5/7/2018).

"Sekali lagi kami ingatkan jangan sekali-kali memiskinkan diri," tegasnya.

Menurut Ganjar, sesuai aturan sekolah negeri harus menerima siswa miskin sebanyak 20 persen dari jumlah siswa yang diterima di sekolah tersebut.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com/ Yulita Futty Hapsari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lihat Warga Ajukan SKTM Pakai Motor 250 CC, Priyanto Lapor Polisi"

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved