Seorang Santri Tewas di Malang Diduga Dianiaya, Sempat Kirim Surat Permintaan Maaf ke Orangtua

Rabu, 11 Juli 2018 13:04 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM - Polres Malang masih melakukan penyelidikan atas tewasnya MST (14), seorang santri yang mondok di kawasan Bumiayu Kedungkandang.

MST (14), warga Baran Genitri, Kedungrejo, Pakis, itu ditemukan dengan tubuh penuh luka tusuk di jalan kawasan Kedungrejo Pakis, Senin (9/7/2018) dini hari.

Dia sempat dilarikan ke RS Panti Nirmala dan UGD RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, karena luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, dan kehabisan banyak darah, MST akhirnya tewas dalam perawatan, Selasa siang (10/7/2018).

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan, pihaknya telah memerintahkan penyelidikan dan pendalaman atas kasus tersebut.

Baca: Kena Tilang, Santri di Tulungagung Buat Ibu Menangis Terharu lewat Surat di Bawah Bantal

"Mudah-mudahan saja secepatnya terungkap, jajaran masih bekerja sekarang," kata Yade Setiawan Ujung, Selasa (10/7/2018).

Sementara salah satu kerabat korban, Abdul Kholik, menyebutkan, korban sudah setahun mondok di ponpes.

Selain itu, korban juga diketahui sempat menulis surat berbahasa Madura yang berisi permintaan maaf kepada orangtua karena tidak bisa menyenangkan mereka.

Korban juga sempat bercerita kalau ingin mondok di Madura.

"Korban itu pendiam di mata keluarga. Makanya kami heran juga mengapa korban sampai terluka dan meninggal dunia," tutur Abdul Kholik.

Disambangi Sang Ayah

Pada Minggu (8/7/2018) sore, dia sempat disambangi ayahnya, AT (37).

Kapolsek Pakis AKP Hartono mengatakan, korban sempat keluar, Minggu (8/7/2018) malam, setelah dijenguk sang ayah. Korban tidak pamitan saat keluar pondok.

"Setelah disambangi, ternyata korban pada Minggu malam sekira pukul 21.00 WIB, pergi keluar dari pondok tanpa pamitan kepada pengasuh. Dia pergi berjalan kaki dari Bumiayu ke Pakis. Senin dini hari, dia ditemukan warga dalam kondisi luka," jelas Hartono.

Polisi masih menyelidiki kasus ini. Sejauh ini diduga penganiayaan yang menyebabkan kematian.

"Masih dalam penyelidikan, untuk penyebab kematian juga diselidiki. Tapi, dari visum fisik, ada beberapa bekas luka, di kaki, tangan, serta satu luka di area dada," jelas Hartono.(Surya/Ahmad Amru Muiz)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Santri Tewas di Malang Diduga Dianiaya, Sempat Tulis Surat untuk Orangtua, Isinya Bikin Trenyuh".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Surya
Tags
   #Malang   #santri   #penganiayaan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help