Oknum Guru Lakukan Pelecehan Seksual ke Muridnya, KPAI Desak Pemkot Depok Perketat Penerimaan Guru

Rabu, 13 Juni 2018 10:55 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUN-VIDEO.COM, DEPOK - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru SD kepada muridnya di Depok, Jawa Barat perlu mendapat perhatian khusus.

Untuk itu, KPAI akan bertemu langsung dengan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, untuk mambahas kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru tersebut.

Lebih lanjut, KPAI akan mendesak Pemerintah Depok agar memperketat terkait rekrutmen guru di sekolah.

"Kita sesegera mungkin membahasnya dengan Pak Wali Kota. Tentunya mem-follow up jangka panjangnya. Terutama terkait dengan rekrutmen guru. Benar-benar ini harus seketat mungkin," kata Ketua KPAI Susanto di Polresta Depok, Jawa Barat, Senin (11/6/2018).

Baca: Awalnya Bergurau akan Menikah untuk Pengobatan Adiknya, Wanita Ini Berhasil Kumpulkan Rp 1,7 M

Susanto juga menyebut, rekrutmen guru dievaluasi agar tak memberi celah kepada para predator anak untuk menjadi guru.

"Baik guru honorer maupun guru PNS. Ini penting karena kalau kemudian kita katakanlah misalnya, ada ruang celah dalam proses rekrutmen, ini bisa menjadi masalah baru di kemudian hari," jelas Susanto.

Sementara itu, Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan, terkait kasus kekerasan seksual ini, polisi baru menerima 4 laporan dari orang tua korban.

"Sementara laporan yang diterima pihak kepolisian baru 4 (pelapor) itu. Tapi tentunya tim tidak menunggu laporan, tim penyidik akan mendalami keterangan saksi-saksi dan semua keterangan dari tersangka," kata Didik.

Baca: Firasat Cherly, Atlet Paralayang Jombang yang Tewas saat Latihan: Besok Aku Sudah Tidak di Rumah

Diketahui sebelumnya, WAR (23) seorang oknum guru sekolah dasar di Depok dilaporkan ke kepolisian oleh sejumlah wali murid karena diduga melakukan peiecehan seksual terhadap belasan murid laki-laki.

Modusnya, murid laki-laki diminta untuk mengikuti perintah oknum guru.

Jika tidak mengikuti, murid diancam dengan diberikan nilai yang jelek.

Kejadiannya di kelass, siswa diminta membuka celananya. Modus yang juga dilakukan adaiah mengajak anak-anak berenang dan jalan-jalan.

Simak video di atas!(*)

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help