Kisah Bocah 11 Tahun Asal Bogor Direkrut ISIS & Tewas di Suriah, Bisa Bongkar Senapan Cuma 32 Detik

Jumat, 18 Mei 2018 13:23 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Bocah 11 tahun bernama Haft Saiful Rasul nekat ke Suriah untuk memperjuangkan Negara Islam.

Kisah itu ditulis Syaiful Anam, sang ayah, mantan militan Islam Indonesia, dalam esai 1.200 kata.

Dilansir Tribun-Video.com dari Reuters.com, Kamis (7/9/2017), Haft berkali-kali bilang ke Anam, banyak teman dan gurunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Mas'ud terbang ke Suriah dan telah mati syahid.

"Awalnya, saya tidak merespons dan menganggap itu hanya lelucon anak-anak," tulis Anam.

"Tapi lama kelamaan terdengar berbeda setelah Haft berkali-kali menyatakan keinginannya itu," lanjutnya.

Anam pun mengizinkan Haft pergi karena ponpes di Bogor itu dikelola "kawan yang berideologi sama dengan kami".

Haft adalah satu di antara 12 orang dari Ibnu Mas'ud yang berangkat atau berusaha ke Timur Tengah untuk berjuang demi Negara Islam pada 2013 dan 2016.

18 orang yang berkaitan dengan ponpes itu kini telah ditahan karena sejumlah plot dan serangan militan di Indonesia.

Namun Jumadi, juru bicara Ibnu Mas'ud, membantah bahwa sekolah itu mendukung ISIS atau kelompok Islam militan lainnya.

Haft berangkat pada 2015 dengan sekelompok pejuang dari Prancis.

Anam, mengaku ke Reuters, bangga pada anaknya dan menunjukkan foto Haft, yang saat itu berusia 12 tahun, memegang AK-47 sebesar tubuhnya, di Suriah.

Haft bisa membongkar senapan dalam waktu 32 detik.

Keahliannya juga berlaku untuk pistol 9mm, 2 granat tangan, pisau komando, dan kompas.

Haft meregang nyawan karena terkena serangan udara pada 1 September 2016.

Sebelumnya ia pernah selamat dari serangan udara dan hanya mengalami luka di telinga serta kehilangan kemampuan mendengar.

"Mujahid kecil yang bahagia, tubuh kecilnya terkoyak hancur karena bom," tulis Anam.

"Saya merasa bahagia anak saya telah mencapai kesyahidan, insya Allah," terang Anam.

Diketahui, Brekele, julukan Anam, merupakan anggota kelompok bentukan Jemaah Islamiyah di Poso.

Dirinya telah dijemput paksa pada 2016 dan dipenjara karena keterlibatannya dalam aksi teror di kawasan Thamrin.

Sebelumnya, Anam juga merupakan pelaku utama dalam pengeboman pasar Tentena pada 2005.

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

TONTON JUGA:

Editor: Riesa Sativa Ilma
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: alfin wahyu
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help