Yusril Sebut Dakwaan KPK Prematur dan Salah Orang

Rabu, 16 Mei 2018 20:32 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - ‎Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum dari terdakwa kasus dugaan korupsi BLBI, Syafruddin Arsyad Temenggung angkat suara soal dakwaan terhadap kliennya di sidang perdana Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/5/2018) kemarin.

Menurutnya ‎‎dakwaan KPK terhadap kliennya telah error in persona atau salah orang. ‎Senada dengan kuasa hukum, Syafruddin juga menyatakan terjadi error in person dalam dakwaan KPK.

"Nanti tim hukum saya yang akan jawab, tapi jelas dari dakwaan tadi itu, eror inpersona yang menjual bukan saya dan juga saya mengikuti seluruh aturan, tambah Syafruddin.

Diungkap Yusril dakwaan tersebut terkesan dipaksakan atau prematur. Dia juga menyatakan dakwaan tersebut sebenarnya hanya menyalin apa yang tertulis dalam Master Settlement and Acquisition Agreement (MSAA)

Baca: Heboh Unggahan Ujaran Kebencian soal Korban Teror Bom Pria Berseragam Depag, Ini Klarifikasinya

Di MSAA‎ diatur secara detail perjanjian antara kedua belah pihak antara pemerintah dan para debitur BLBI dan kemudian mekanisme penyelesaiannya dan semuanya telah diatur.

Yusril juga mengungkap keganjilan dari perkara yang terkesan dipaksakan, karena jika mengacu kepada isi MSSA tersebut, seharusnya perkara ini tidak cukup bukti untuk bisa menjerat kliennya.

"Sudah 19 tahun lamanya, MSAA ini ada dan sudah ditutup dan dianggap sudah selesai semuanya. Tidak pernah ada gugatan dari pihak pemerintah terhadap kasus ini. Jadi kasus ini dianggap sudah selesai dalam perdata. Tiba-tiba kalau sekarang KPK menganggap bahwa ada unsur tindak pidana korupsi, itu didasarkan pada audit BPK yang baru atas perintah KPK sendiri," terangnya di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Padahal kata Yusril, sebelumnya keputusan yang diambil oleh KKSK pada 2004 sendiri sudah berdasarkan hasil atas audit dari BPK pada waktu itu yang menyatakan bahwa kasus BDNI itu sudah selesai seluruhnya hingga diterbitkan SKL.

Baca: Tri Rismaharini Tiba-tiba Turun Podium, Minta Maaf hingga Bersujud di Hadapan Para Takmir

"Kemudian tahun 2017 dilakukan audit lagi, audit investigatif atas permintan KPK dan hasilnya lain, itu menjadi tanda tanya juga dari kami. Karena hasil audit BPK yang baru," ungkapnya.

Yusril juga melanjutkan kliennya bukanlah pihak yang bertanggung jawab terhadap penjualan aset bekas PT Dipasena. Selain persidangan di pengadilan tipikor, diungkap Yusril kliennya juga tengah menjalani persidangan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Simak video di atas!(*)

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Theresia Felisiani
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help