Beredar di Media Sosial Sebelum Ledakkan Bom Tiga Gereja, Dita Sekeluarga Berpelukan Sambil Menangis

Selasa, 15 Mei 2018 19:05 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekeluarga pelaku bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) menyimpan banyak kisah tragis.

Dita Supriyanto dan istrinya Puji Kuswati beserta keempat anaknya meledakkan bom bunuh diri di waktu hampir bersamaan di lokasi yang berbeda.

Dari informasi yang tersebar di media sosial ada hal menarik yang terjadi sebelum mereka melakukan aksi teror tersebut.

Menurut pengakuan dari Khorihan ketua RT setempat, sehari sebelum pengeboman, pelaku beserta kedua anak lelakinya menunaikan salat maghrib berjamaah di masjid.

Khorihan mengaku melihat anak kedua habis salat sempat menangis kemudian dirangkul oleh Dita.

"Mereka masih salat subuh berjemaah sebelum hari pemboman. Oh iya, Maghrib sebelumnya anak kedua habis salat sempat nangis-nangis terus dirangkul, dicium, dipuk-puk," ujar Khorihan.

Selain itu tersebar pesan berantai di sosial media jika satpam perumahan mereka mengatakan bahwa terakhir kali melihat sekeluarga melakukan salat subuh berjamaah di musala.

Baca: Ketua RT Ungkap Utang Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Surabaya Capai Jutaan Rupiah

Di depan rumah keenamnya tampak menangis tersedu dan saling berpelukan.

Setelah tragedi terjadi, densus menemukan berbagai bom rakitan di kediaman Dita.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga ini menjadi pelaku bom bunuh diri yang guncang tiga gereja di Surabaya.

Dita meledakkan diri di dalam mobil yang dihantamkan ke gedung gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna.

Istrinya, Puji Kuswati beserta kedua anak perempuannya meledakkan bom di GKI Jalan Diponegoro.

Baca: Kondisi Anak Pelaku Bom Polrestabes Surabaya, Tak Didampingi Keluarga, Istri Kapolda Merasa Miris

Serta kedua anak lelakinya, Yusuf Fadil (18) dan Firman Halim (16) meledakkan bom dengan kendarai sepeda motor di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com, aksi teror bom gereja tersebut tewaskan banyak korban.

"Total korban meninggal dalam peristiwa terorisme penyerangan gereja menjadi 18 orang termasuk korban yang ada di RS Bhayangkara. Ini data sementara saya update pukul 15.45," kata Kombes Frans dalam konferensi persnya di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Simak video di atas. (Tribun-Video.com/Rosiana Nugrahaini)

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Rosiana Nugrahaini
Video Production: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Bom Surabaya
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help