Daun Manarasa, Daun yang Bikin Awet Muda dan Hanya Hidup di Bibir Kawah

Rabu, 2 Mei 2018 15:38 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pernah dengar legenda Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Parahu?

Pada mitos atau cerita rakyat, dikisahkan Sangkuriang yang sudah puluhan tahun berpisah dengan Ibundanya, Dayang Sumbi, bertemu di hutan yang selama ini menjadi tempat tinggal ibundanya.

Sangkuriang yang tak tahu bahwa perempuan itu adalah Ibundanya.

Dayang Sumbi dikisahkan sebagai perempuan cantik jelita dan kecantikannya tidak berkurang meski usianya terus menua.

Dayang Sumbi disebut sebagai perempuan awet muda dan terjaga kecantikannya.

Apa rahasianya?

Cobalah berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu yang berada di kawasan Ciater, Jawa Barat. Letaknya sekitar 10 km dari Lembang, Bandung yang sangat terkenal kawasan wisatanya.

Gunung Tangkuban Parahu, gunung yang puncaknya menyerupai perahu terbalik, menyimpan berbagai mitos.

Dayang Sumbi yang tak mau diperistri oleh putranya sendiri, meminta dibikinkan danau berikut kapal besar dalam waktu semalam.

Bermodal kesaktiannya, Sangkuriang mencoba mewujudkan keinginan perempuan cantik yang hendak diperistri.

Namun sayang, saat matahari sudah mulai muncul di ufuk timur, danau dan perahu belum tuntas. Bala bantuan jin yang dikerahkan Sangkuriang pergi sebelum permintaan Dayang Sumbi tuntas.

Batal mewujudkan syarat yang diminta Dayang Sumbi, Sangkuriang marah. Perahu pun ditendang dan terbalik.

Kini perahu tersebut dalam mitos mewujud menjadi puncak Gunung Tangkuban Parahu.

Sementara danau yang dibuatnya, kini berwujud kawah besar yang kini dinamai Kawah Ratu yang berada persis di sebelah barisan bukit membentuk perahu terbalik.

Daun Manarasa

Pohon manarasa. Itulah mitos yang menjadi rahasia Dayang Sumbi tetap awet muda dan terjaga kecantikannya.

Datang saja ke Kawah Ratu. Di sepanjang bibir jurang kawah dan pinggiran kawasan dekat kawah itu, tumbuh tanaman bernama Manarasa.

Daunnya kecil dan ketika masih muda, warna daun merah.

Tribun melihat langsung tanaman Manarasa dari bibir jurang Kawah Ratu.

" Ini pohon Manarasa. Kata orangtua, pohon ini bisa bikin awet muda. Makanya Sangkuriang jatuh cinta ke ibunya karena ibunya awet muda," jelas Sodikin, warga sekitar yang sudah belasan tahun berdagang di dekat Kawah Ratu kepada Tribun.

Tanaman Manarasa terlihat tumbuh subur di tubir bibir kawah. Tak ada tanaman lain yang hidup di bibir kawah, kecuali tanaman Manarasa tersebut.

Akarnya kokoh menancap di sela-sela tanah dan bebatuan kokoh yang menjadikan tebing tinggi di atas kawah berkedalaman 100-200 meter.

Dari kawah raksasa berukuran sekitar 10 hektare tersebut, terlihat kepulan asap dari tengah kawah.

Belerang

Bau belerang tercium menyengat di sepanjang kawasan dekat kawah tersebut.

Justru bau belerang itulah yang kini dipercaya masyarakat setempat, yang menjadikan tanaman Manarasa tumbuh subur.

" Manarasa hanya bisa hidup di sini. Tanaman ini tumbuh subur karena belerang," jelas Sodikin.

Tangan Sodikin yang gesit lantas menggapai daun muda Manarasa yang berada di bibir jurang yang dibatasi dengan pagar jeruji beton.

Ia lantas memetik daun muda berwarna merah muda.

Pucuk daun segar itu tanpa dicuci langsung dimakannya.

Tribun pun ikut mengudap daun muda tersebut. Rasanya asam, pahit bercampur sehingga enak dimakan sekaligus.

Sodikin menjelaskan, daun Manarasa itu oleh warga sering digunakan untuk mengobati sakit perut atau menghilangkan nikotin bagi perokok.

" Kami juga percaya daun ini bikin awet muda," ujar Sodikin yang kini berusia 43 tahun.

Percaya dan mau awet muda? Silakan datang langsung sekaligus berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu.

Lokasi wisata alam nan elok dan eksotis. Kawah raksasa di puncak gunung sekaligus bisa melihat puncak deretan bukit berbentuk perahu terbalik.(Tribunnews/Yulis)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Yulis Sulistyawan
Videografer: Yulis Sulistyawan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help