Waspada Modus Pembobol Kartu Kredit, Bermodal Sejuta Pelaku Raup hingga Rp 500 Juta

Senin, 16 April 2018 21:26 WIB
Warta Kota

TRIBUN-VIDEO.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil menangkap komplotan pembobol kartu kredit.

Para pelaku, NM (27), TA (24), AN (36), dan IS (32), hanya bermodalkan Rp 1 juta untuk mendapatkan 1.000 data nasabah kartu kredit, kemudian membobolnya hingga mencapai lebih dari Rp 500 juta.

"Pelaku NM membeli data nasabah kepada IS, di website temanmarketing.com. Dengan seharga Rp 1 juta untuk data 1.000-an nasabah kartu kredit," kata AKP Abdul Rahman, Panit 2 Unit 2 Jatanras Ditreskrimum PMJ, di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

IS, lanjutnya merupakan pembuat website temanmarketing.com tersebut. Namun, ia mengaku juga membeli data nasabah itu dari website lainnya.

"Kami sedang telusuri website penjual database yang dibeli oleh IS. Karena saat ini website tersebut sudah tidak aktif," katanya.

Is sendiri menjual data tersebut sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta untuk 1.000an data nasabah.

Namun, ia menjualnya tidak hanya kepada para tersangka yang tertangkap saat ini saja. Tetapi juga kepada para pembeli lainnya.

"Untuk modus pertama, tersangka NM dan tersangka TA memfilter data yang sudah dibeli untuk mengetahui data nasabah yang masih aktif," kata Abdul.

Setelah itu tersangka NM menghubungi Call Centre bank tertentu. Ia meminta kepada customer service bank untuk meng-update atau memperbaharui nomor ponsel data nasabah.

Kemudian bank melakukan verifikasi dengan cara memberikan pertanyaan kepada tersangka.

"Dengan data yang sudah didapatkan oleh tersangka NM, maka tersangka mampu menjawab pertanyaan dari pihak bank. Termasuk data nama orangtua maupun tanggal lahir," katanya.

Lalu, lanjut Abdul, setelah lolos verifikasi oleh pihak bank maka tersangka mendapatkan OTP (One Time Password).

Kemudian NM meminta kepada customer service Bank untuk menerbitkan kartu kredit baru. Lau tersangka meminta agar kartu tersebut dikirim ke alamat rumah tersangka.

"Satu minggu kemudian kartu diantar ke alamat yang tersangka minta. Barulah tersangka NM dan A melakukan transaksi tarik tunai ataupun online dengan menggunakan kartu kredit tersebut," jelasnya.

Sedangkan, untuk modus kedua, setelah mendapatkan data nasabah, NM dan AN memfilter data yang sudah dibeli untuk mengetahui data nasabah yang masih aktif.

Kemudian tersangka NM menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak Bank dan memberitahukan bahwa kartu kredit milik korban sedang mengalami kerusakan.

"Lalu korban diminta menyebutkan ATP tiga digit angka yang ada di belakang kartu. Serta tanggal kadaluwarsa kartu kredit milik korban," jelasnya.

Setelah tersangka menguasai data kartu kredit milik korban, tersangka menggunakan data kartu kredit tersebut untuk transaksi tunai maupun online.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Humas PMJ, AKBP I Gede Nyeneng menyebut kasus tersebut terungkap setelah salah satu bank melapor ke PMJ atas adanya pembobolan data nasabah kartu kredit pada Maret 2018 lalu.

Kemudian, anggota melakukan penyelidikan. Polisi pun berhasil menangkap para pelaku di dua tempat. Yaitu di daerah Palembang dan Bogor, pada Selasa (3/4/2018).

"Pelaku mengaku telah melakukan pembobolan sebanyak 20 kali. Kebanyakan untuk membeli pulsa dan barang-barang dari situs online. Jumlah keuntungan yang dia raup sudah mencapai lebih dari Rp 500 juta," jelasnya.(Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIDEO: Komplotan Pembobol Kartu Kredit Raup Rp 500 Juta, Modalnya Cuma Sejuta

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help