Kronologi Polisi Lompat ke Sungai saat Dianiaya, Pelaku Rupanya Pernah Tembaki Wartawan Lalu Ditahan

Senin, 16 April 2018 16:11 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Anggota Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut Bripka Eric Tambunan nyaris tewas dihajar lima preman di Kampung Kubur, Medan Petisah.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak membeberkan kronologinya, Minggu (15/4/2018).

Dilansir Tribun-Video.com dari Tribun Medan, Senin (16/4/2018), awalnya Eric dihubungi Rita, teman Diana, pacar Eric.

Lalu Eric menghampiri rumah Rita, yang berdekatan dengan rumah Diana, Sabtu (14/4/2018).

"Setelah ditelepon, ET datang ke rumah Rita. Kebetulan rumah Rita itu berdekatan dengan rumah pacarnya," ungkap Maringan.

Mengetahui Eric berada di Kampung Kubur, pelaku Ayub memanggil empat rekannya, yakni Karen, Ramki, Wasen, dan Ajay pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Eric kemudian dianiaya kelima pelaku itu lalu menunjukkan revolver miliknya untuk menjelaskan dirinya seorang polisi.

"Ketika ET dianiaya, dia sempat melawan dan menunjukkan senjata apinya. Tindakan itu dilakukan karena ET ingin menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota Polri," terang Maringan.

Namun, pelaku tetap menghajar Eric menggunakan stik baseball besi, botol minum, dan benda tumpul lainnya.

Mereka bahkan sempat merampas senjata api milik Eric.

Dalam keadaan terdesak, Eric pun nekat melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri.

Korban diselamatkan warga kemudian diopname di RS Bhayangkara.

"Karena terdesak, ET kemudian lompat ke sungai menyelamatkan diri. Saat ini ia masih diopname di Rumah Sakit Bhayangkara," jelas Maringan.

Ia mengalami luka robek di bagian kepala, bibir pecah, tangan kanan lecet, dan kaki kanan luka.

Diketahui, sebelumnya Eric pernah terlibat cekcok dengan kelima pelaku di tempat hiburan malam New Zone.

Menurut seorang warga, DN, otak dari penganiayaan yang dilakukan lima orang mabuk itu adalah Ayub.

"Kelima pelaku ini mabuk saat menganiaya ET. Jadi, Ayub ini otak pelakunya," ungkap DN.

Menurut informasi yang diperoleh Tribun, pelaku bernama Karen sebelumnya pernah ditahan pada 2015 karena menembak sejumlah wartawan yang sednag melakukan peliputan menggunakan airgun.

Kini polisi sednag melakukan pengejaran terhadap kelima buronan itu, dan pistol Eric telah diamankan setelah ditemukan di rumah ibu tiri seorang pelaku.

"Kami memohon doanya agar para pelaku ini segera ditangkap. Untuk senjata api milik ET, sudah kami temukan kembali," ungkap Maringan.

Simak video di atas.(Tribun-Video.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Tonton juga:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Video
Tags
   #polisi   #Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help