Intip Koleksi Tumurun Private Museum, Satu di Antaranya Ingatkan Kita pada Kartun Monster Inc

Minggu, 15 April 2018 16:04 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUN-VIDEO.COM, SOLO - Tumurun Private Museum, ruang seni baru di Surakarta, Jawa Tengah ini memiliki karakter tersendiri untuk memamerkan koleksinya berupa karya-karya seni rupa.

"Seni rupa yang tidak sekedar dekoratif, tapi mampu menyampaikan statement-stamentnya kepada publik," ujar Mira C Setiady Founder Tumurun Private Museum kepada Tribunsolo.com, saat ditemui di tengah acara Open House Tumurun Private Museum, Sabtu (14/4/2018).

Sehingga tidak cukup membingkai estetika saja namun ada makna di dalamnya.

Maka-makna yang disampaikan pun beragam mulai dari konflik sosial, politik, hingga humanisme.

Satu diantaranya tampak pada karya seni rupa milik Rudi Mantofani yang berjudul Merah Putih.

"Pada dasarnya karya Rudi ini sederhana dan dekoratif, namun di dalam kesederhanaan itu ada makna penting yang membuatnya spesial, seolah seperti eksplorasi dari Indonesia kita saat ini," pungkasnya.

Dan lagi karya milik perupa asal Solo yakni Aditya Novali.

Dimana profesinya sebagai seorang arsitektur tergambar jelas dalam karakter lukisannya.

"Dalam karyanya berjudul order and disorder ada garis-garis yang dibuat presisi dengan balutan tinta berwarna merah, eksplorasi karya seni tampak disini," tuturnya.

Baca: Live Streaming Liga 1 2018, Arema FC Vs Persib Bandung Pukul 18.30 WIB

Perempuan yang juga menantu dari pendiri PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Muhammad Lukminto ini juga berujar mayoritas genre yang melekat pada seluruh karya yakni kontemporer.

Di museum yang terletak di Jalan Kebangkitan Nasional no 24, Surakarta, Jawa Tengah ini terbagi dalam dua segmen area yakni Modern Art dan Contemporary Culture.

Sementara itu Iwan Kurniawan Lukminto selaku Founder Tumurun Private Museum juga mengatakan beberapa karyanya pamerkan beberapa merupakan koleksi special.

Bahkan ada cerita di balik perolehan karya seni tersebut.

Baca: Tak Disangka, Viagra Ternyata Berpotensi Sebagai Pencegah Kanker

"Antara lain karya perupa Indonesia Eddy Susanto, untuk mendapatkan karyanya ini prosesnya panjang, saya harus merayu galeri yang memajang karyanya," tuturnya.

Karena, lanjutnya, karya ini merupakan karya penting dari Eddy, namun akhirnya berhasil di dapat setelah Iwan Kurniawan mengatakan tujuannya untuk memamerkannya di museum Tumurun Private Museum.

Dan juga masih banyak karya-karya lainnya yang memiliki cerita special.

"Harapannya Tumurun Private Museum ini dapat menjadi ruang edukasi dan kreatif bagi generasi bangsa," tutupnya.

Lihat videonya di atas! (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Tumurun Private Museum di Solo, Ruang Seni Rupa dengan Statementnya Masing-masing

TONTON JUGA:

Editor: Riesa Sativa Ilma
Video Production: Yulita Futty Hapsari
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help