Benci dan Terganggu Mendengar Suara Kunyahan Orang Makan, Bisa Jadi Kamu adalah Orang Cerdas

Rabu, 28 Maret 2018 14:28 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketika ada seseorang mengunyah makanan dan mengeluarkan bunyi kunyahan, terkadang hal itu membuat yang mendengarnya risih.

Ada beberapa orang yang sangat terganggu bahkan sampai marah.

Mereka yang mengalami emosi ketika mendengar suara kunyahan orang yang sedang makan, disebut Misophonia.

Dilansir dari providr.com, menurut WebMD, Misophonia adalah kondisi ketika seseorang sangat tidak suka dan terganggu akan suara-suara tertentu.

Dengan kata lain, Misophonia dikenal akan sindrom sensitivitas suara selektif karena suatu pemicu, termasuk suara orang mengunyah.

Namun, ternyata tidak ada yang salah dengan sindrom ini dan justru bisa jadi pertanda yang baik.

Menurut peneliti dari Northwestern University, mereka yang hipersensitif terhadap bunyi tertentu cenderung lebih kreatif daripada mereka yang tidak.

Darya Zabelina menjelaskan bahwa hipersensitivitas terhadap suara tertentu dapat sebabkan peningkatan kreativitas karena otak memproses lebih banyak informasi daripada rata-rata manusia.

Menurut WebMD, jika Anda menderita Misophonia ringan, Anda akan merasa tidak nyaman, cemas, jijik dan keinginan untuk menjauhi sumber suara tersebut.

Tetapi jika respon Anda lebih parah, Anda akan menjadi marah, takut, bahkan emosional.

Ini merupakan sindrom seumur hidup yang dimulai biasanya antara umur 9 hingga 13 tahun, lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki.

Awalnya para dokter mengira Misophonia adalah gangguan bipolar atau obsesif-kompulsif.

Tidak diketahui apa penyebab dari Misophonia, tetapi dokter telah memperlihatkan bahwa dampak lebih besar jika sindrom ini diderita oleh orang bipolar, anxiety disorders, dan gangguan mental lainnya.

Ada beberapa cara untuk mengatasi Misophonia, pertama adalah terapi ulang tinnitus, ini merupakan terapi untuk menoleransi suara.

Terapi ini menyiksa karena Anda akan terpapar dan diperdengarkan terus menerus oleh suara yang tidak disukai.

Kedua adalah terapi perilaku kognitif, yaitu dengan mendengarkan suara-suara alam untuk mengurangi sensitivitas.

Simak video di atas. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Rosiana Nugrahaini
Reporter: Rosiana Nugrahaini
Video Production: Rosiana Nugrahaini
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Misophonia   #hipersensitif   #kreatifitas
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help