Selfie di Kolam, Siswa SMP Tewas Tenggelam, Ada yang Ganjal di Status WhatsApp Terakhirnya

Selasa, 13 Maret 2018 14:15 WIB
Tribun Jatim

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA - Remaja bernama Tommy Oktavian (15) ditemukan tewas dalam sebuah kolam yang berada di sebuah kolam angsa yang berlokasi di sekitar Pakuwon Indah Villa Bukit Regency, Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Sebelum ditemukan tewas tenggelam di kolam taman angsa perumahan Villa Bukit Regency Pakuwon Indah Surabaya, Tommy Oktavian diketahui berfoto selfie di tepian kolam tersebut, Senin (12/3/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dilansir Surya.co.id, Tommy bersama enam temannya dari SMP Gema 45 Surabaya bermain ke taman angsa perumahan Villa Bukit Regency Pakuwon Indah.

Mereka masih mengenakan seragam sekolah warna biru putih.

"Korban ini bermain bersama teman-temannya di taman dekat kolam," sebut Daniel Thonce, Ketua RT II/5 Kelurahan Pakis, Sawagan, Surabaya, saat ditemui di rumah korban, Senin (12/3/2018) malam.

Daniel menuturkan, saat bermain di taman dekat kolam, Tommy dan teman-temannya foto selfie-selfie mengunakan ponsel. Saat selfie itulah, tiba-tiba ponsel yang dipakai untuk selfie jatuh ke kolam.

"Tommy dan bersama dua temannya langsung masuk ke kolam untuk mengambil HP yang dipakasi selfie," jelas Daniel.

Setelah Tommy dan dua temannya masuk kolam untuk ambil HP, dua orang kembali ke tepi kolam dan naik ke taman. Sedangkan Tommy tak muncul dan ada di dalam kolam.

"Informasinya kejadiannya cepat, tenggelam di kolam sekitar 15 menitan. Saat diangkat sudah meninggal," tutur Daniel.

Nyawa Tommy tak tertolong usai dirinya berupaya menyelamatkan smartphone-nya yang tercebur sesaat setelah selfie bersama dua rekannya pada Senin (12/3/2018) petang.

Terkait hal itu, kakak kelas korban, yakni Andi Hana (16) yang duduk di kelas 9A SMP Gema 45 Surabaya mengaku syok.

Baca: Pengesahan RUU Minol Berpotensi Memecah Belah Budaya Indonesia

Wanita yang akrap disapa Hana ini menyebutkan, semasa hidup korban yang duduk di bangku 8C SMP Gema 45 Surabaya itu, dikenal sebagai siswa yang periang dan supel di sekolah.

Dilansir TribunJatim.com, Hana sempat mengaku lebih terkejut usai dirinya mengetahui Tommy sempat memposting status di WhatsApp Mesengger.

Sembari menunjukan smartphone bersama ibundanya, Theresia Taroreh (51), Hana mengatakan ada yang mengganjal dalam status itu.

"Kok sepertinya almarhum (Tommy) sudah tahu kalau mengalami kejadian nahas ini, karena di status WA-nya dia sudah meng-update tulisan seperti perpisahan," kata Hana.

Dalam posting-an status di WhatsApp Messenger itu, terlihat Tommy sempat menuliskan, "Perpisahan bukan berarti berhenti untuk menyatukan hati meskipun tidak disatu tempat lagi , ojok lali kro aku yo rek," pada Minggu (11/3/2018) sore.

Simak videonya di atas! (Tribun-Video.com, Yulita Futty Hapsari)

TONTON JUGA:

Editor: Riesa Sativa Ilma
Reporter: Yulita Futty Hapsari
Video Production: Yulita Futty Hapsari
Sumber: Tribun Jatim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help