Dua Pria di Garut Jadi Incaran usai Memburu Satwa Langka Dilindungi, Foto-fotonya Viral

Rabu, 14 Februari 2018 10:20 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa tahun belakangan ini, perburuan dan perdagangan satwa dilindungi sering terjadi di Indonesia.

Mulai dari primata, burung, hingga satwa seperti harimau dan gajah pun tak luput dari perburuan dan perdagangan ini.

Di Kalimantan Barat, kasus perburuan dan perdagangan satwa dilindungi seringkali terjadi.

Melansir dari Kompas.com, faktor hobi menjadi salah satu pemicu perburuan orang utan dan beruang di Kalimantan Barat.

"Selama 2011 ada 25 induvidu orang utan yang berhasil kami selamatkan dari pemiliknya. Para pemilik ini hobi mengoleksi satwa langka," kata Niken Wuri Handayani Koordinator Pengendalian Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

Seperti yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Melansir dari akun Instagram @urban.hikers, dua orang tak dikenal melakukan perburuan satwa.

"Ada 8 foto yang saya ambil dari @doniherdaru perihal perburuan binatang oleh dua taianjing ini," tulis pengguna Instagram @jalu.kancana.

"Silakan geser untuk melihat nama pelakunya," lanjutnya.

Melalui akun Instagram @urban.hikers, ia menginformasikan nama pelaku yang ia dapatkan dari jejaring sosial Facebook.

"Untuk itu, bagi siapapun yang kenal, tahu, dan/atau pernah melihat sekilas dua orang ini, mohon informasikan kepada saya, baik via DM, komentar, atau email yang ada pada bio saya," ujarnya.


Dalam akun Instagramnya pula, pemilik akun Instagram @jalu.kancana menyatakan bahwa pelaku berada di Jawa Barat.

"Mengingat kemungkinan pelakunya berada di wilayah Jawa Barat (hanya kesimpulan setelah cari tahu via Facebook dan kerjasama antara Pro Fauna dengan BBKSDA Jawa Barat)," jelasnya.

"Bisa juga hubungi kontak yang ada pada postingan Doni Herdaru terkait kasus ini," lanjutnya.

Mengakhiri informasinya, ia meminta untuk menyebarkan informasi ini.

"Mohon diinformasikan kepada kawan-kawan yang lain," tutupnya.

Selengkapnya >

Editor: Rosiana Nugrahaini
Video Production: Rosiana Nugrahaini
Sumber: TribunTravel.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help