Wisata Goa Pindul Batasi Jumlah Pengunjung yang Masuk

Rabu, 14 Februari 2018 09:45 WIB
KOMPAS

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fadhil Arief

TRIBUN-VIDEO.COM, YOGYAKARTA -Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke Goa Pindul, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Yogyakarta sebanyak 2.600 orang per hari.

Langkah tersebut diambil untuk menjaga ekosistem Goa Pindul.

"Maksimal pengunjung Goa Pindul dibatasi maksimal 2.600 orang setiap harinya," kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono saat dihubungi Kompas.com, Senin (12/2/2018).

Dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com, pembatasan ini mengacu pada dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang dilakukan pengkajian sejak 2016 lalu.

Adanya kajian ini, pengelola wisata Goa Pindul diharapkan mematuhinya.

Hary berharap adanya pembatasan kunjungan wisatawan yang dilakukan bisa menjaga ekosistem di dalam Goa Pindul.

Kelestarian alam menjadi tujuan pembatasan kunjungan wisatawan ini.

Baca: Izin Ekspor Freeport Bikin Was-was

"Pembatasan pengunjung sebagai upaya konservasi di lingkungan Gua Pindul," imbuhnya.

Selain sebagai pembatasan, dokumentasi ini juga digunakan untuk menyusun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bejiharjo.

Untuk pengelolaan khusus Gua Pindul, pengurus BUMDes harus mengacu pada hasil kajian UKL-UPL.

Direktur BUMDes Bejiharjo, Saryanto mengatakan, pihaknya akan mematuhi ketetapan pemkab untuk membatasi kunjungan setiap harinya.

Meski demikian, dia mengakui setiap hari pengunjung Goa Pindul jauh di bawah batasan tersebut.

Data dari Dinas Pariwisata Gunungkidul, kunjungan ke Gua Pindul selama tahun 2017 mencapai 145.081 orang.

"Pasti dipatuhi sebagai upaya menjaga ekosistem di (Goa) Pindul," ucapnya.

Pihaknya pun akan melakukan koordinasi dengan operator sehingga jika pengunjung maksimal maka bisa mengunjungi obyek wisata lain.

"Kita akomodasi semua demi kebaikan bersama," imbuhnya.

Simak video di atas! (*)

TONTON JUGA: 

Editor: Riesa Sativa Ilma
Video Production: Yulita Futty Hapsari
Sumber: KOMPAS
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help