Ingat Pasien Cantik yang Dilecehkan Perawat? Kini Istri Tersangka Lapor Balik ke Polisi

Selasa, 13 Februari 2018 15:26 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Masih ingat dengan kasus pelecehan oleh oknum perawat National Hospital Surabaya?

Kasus itu bermula dari video viral yang tersebar di Instagram.

Sesosok wanita yang duduk di atas ranjang rumah sakit, mengungkapkan amarah sambil menangis kepada seorang perawat laki-laki.

Cuplikan video pelecehan di sebuah rumah sakit.

Pasien wanita berinisial W itu diduga mengalami pelecehan seksual setelah menjalani operasi kandungan di rumah sakit tersebut.

Menurut Yudi, suami W, pelaku meraba dada istrinya sampai tiga kali.


Perawat laki-laki berinisial ZA tersebut kemudian minta maaf dan akhirnya buron, sebelum ditangkap di hotel di Surabaya.

Babak baru dimulai saat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengatakan bahwa ZA tidak melanggar kode etik.

ZA disebutkan hanya mengambil alat di sekitar payudara pasiennya.

Kini, keadaan justru berbalik. Dilansir dari kompas.com, W justru dilaporkan balik oleh istri ZA yakni Winda Rimawati.

ZA (tengah) tersangka pelaku pelecehan seksual kepada pasien National Hospital Surabaya.

Winda melaporkan W ke Bareskrim Polri pada Jumat (10/2/2018) kemarin atas dugaan pencemaran nama baik akibat video viral di Instagram.

Sukendar, pengacara Winda menyebutkan bahwa W dan suaminya yang merekam video tersebut dilaporkan dengan UU ITE Pasal 27 dan 28.

Seperti dilansir dari kompas.com, Winda mengaku bahwa suaminya, ZA dibujuk akan mendapat hukuman ringan apabila ia bersedia mengaku.

"Jadi suami saya bilang iya dan minta maaf di Polres," kata Winda, seperti dikutip Grid.ID dari kompas.com

Perawat Tersangka Pelecehan Pasien Akan Cabut BAP

ZA, mantan perawat National Hospital Surabaya, berencana mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan pelecahan seksual yang menjeratnya.

"Kami akan mengubah pernyataan di BAP yang mulanya tersangka mengakui melakukan pelecehan menjadi bahwa apa yang dilakukan hanya melepas sadapan elektrokardiografi di bagian dada pasien," kata Makruf Syah, kuasa hukum tersangka ZA saat dikonfirmasi, Selasa (6/2/2018).

Sesuai hasil sidang etik keperawatan Jawa Timur, lanjut Makruf, yang dilakukan ZA sesuai prosedur penanganan pasien pasca-operasi.

Dia juga berharap agar proses penyidikan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional yang benar, yaitu tersangka didampingi kuasa hukum.

"Barang buktinya juga yang sahih dan sudah dilakukan uji digital forensik," tuturnya.

Hasil kajian Majelis Kehormatan Perawat Jatim yang digelar Sabtu (3/2/2018) menyebutkan, ZA tidak melanggar kode etik keperawatan saat menangani pasien W pada 23 Januari lalu.

"ZA tidak melanggar kode etik keperawatan, artinya ZA tidak melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya," kata Sekretaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Misutarno.

Pada 27 Januari lalu, ZA ditetapkan tersangka oleh Polrestabes Surabaya atas Pasal 290 KUHP tentang Pelecehan Seksual kepada Seseorang dalam Keadaan Tidak Sadar. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Kasus tersebut diproses polisi setelah video ZA meminta maaf kepada pasien perempuan di National Hospital Surabaya. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #pasien   #pelecehan seksual
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help