Disiksa Majikan hingga Disuruh Tidur dengan Anjing, TKW yang Bekerja di Malaysia Ini Berakhir Tragis

Selasa, 13 Februari 2018 10:14 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Hal tragis menimpa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia.

Sehari sebelum meninggal, Adelina (21) yang duduk di teras tampak ketakutan menghadapi tim penyelamat.

Tetangga mengklaim wanita asal Medan itu telah dipaksa tidur dengan anjing di teras selama lebih dari sebulan sebelum ditemukan Sabtu (10/2/2018).

Adelina meninggal pada hari berikutnya di rumah sakit.

Kini, majikan dan kakaknya sedang diselidiki atas pembunuhan itu.

Dilansir dari Asia One pada Senin (12/2/2018), tim penyelamat, asisten anggota parlemen Bukit Mertajam, Steven Sim mendatangi sebuah rumah bertingkat dua di Taman Kota Permai.

Tim menyelamat datang setelah diberitahu oleh seorang wartawan.

Salah satu dari tim penyelamat, Por Chang Han (29) mengatakan, tetangga telah mengungkapkan, Adelina dianiaya lebih dari sebulan dan dipaksa tidur dengan anjing Rottweiler di teras.

"Kami tiba dan melihatnya di teras. Dia tidak menanggapi kami dan hanya menggelengkan kepala," ujarnya.

"Kami berbicara dengan tetangga yang mengatakan, mereka sering mendengar majikannya mengomelinya dengan keras dari dalam rumah," imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan telah melihat nanah pada bekas luka bakar di kaki Adelina.

"Ada seorang wanita berusia 60-an di rumah saat kami tiba," terang Por.

Menurut Por, wanita itu menolak membawa pembantunya ke rumah sakit dan menyuruk mereka untuk mengurus urusan mereka sendiri.

Sebagai gantinya, Por mengatakan, dia diberi nomor telepon anak perempuannya yang merupakan majikannya yang telah menyiksa pembantunya itu dan menyuruh mereka menunggunya kembali.

Dia mengatakan, mereka kemudian menghubungi Tenaganita, sebuah LSM yang didedikasikan untuk melindungi pekerja asing dari kekerasan.

Menurut Por, ketika majikan itu datang, dia mengatakan, dia tidak menganiaya pembantunya tersebut.

Namun, wanita mengaku telah menamparnya di masa lalu.

Majikan tersebut mengatakan, dia telah membeli pembersih dari bahan kimia setelah pembantunya itu buang air besar di saluran pembuangan dapur dan menyebabkannya tersumbat.

"Dia mengklaim, pembantunya tidak sengaja menumpahkan bahan kimia di kaki dan lengannya saat menuangkannya ke saluran pembuangan, menyebabkan luka bakar dan meski diberi obat, dia tidak berhenti mengelupas luka-lukanya membuatnya menjadi lebih buruk." terang Por.

Por mengungkapkan, sebelum relawan Tenaganita tiba, wanita itu membawa Adelina ke mobilnya dan pergi dari rumah, polisi lalu dipanggil.

Petugas kepolisin, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan, wanita berusia 36 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun telah ditahan.

Nik Ros mengungkapkan Adelina yang telah bekerja di Malaysia sekitar dua tahun lalu itu kepala dan wajahnya bengkak serta ada luka di kakinya.

"Upaya untuk mencatat pernyataan darinya tidak berhasil karena dia masih dalam katakutan," ujarnya.

"Kami mengirimnya ke Bukit Mertajam Hospital di mana dia meninggal," imbuhnya.

Wanita dan saudara laki-lakinya itu kini ditahan hingga 14 Februari untuk diselidiki. (Tribunnews/Vika Widiastuti)

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help