Begini Keseharian Proses Pembuatan Gula Aren di Desa Tirawan

Senin, 12 Februari 2018 16:58 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Matahari baru menunjukan sinar keluar di antara celah daun pepohonan berdiri tegak di antara semak belukar, Desa Tirawan, Kecamatan Pulaulaut Utara kala itu masih diselimuti suasana dingin.

Kendati saat itu suasana masih cukup pagi, namun di desa yang jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota ini sudah ramai oleh warga yang melakukan aktivitas.

Satu di antaranya adalah Kamaruddin, seorang petani yang juga warga pembuat gula merah di Desa Tirawan, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Usai mengambil keranjang berisi parang, lelaki yang sudah menikah 5 tahun lalu itu kemudian langsung bergegas pergi ke kebun aren miliknya.

Hanya mengenakan kaus dan celana jeans pendek, serta sendal capal sambil menenteng keranjang berisi parang, Kamaruddin berjalan menuju hutan.

Berjalan sekitar 10 menit, Kamarudin pun sampai di suatu pondok beralaskan tanah, beratap rumbia dengan berdindingkan papan.

Tidak lama. Setelah menghidupkan api di tungku terbuat dari tanah yang terdapat wajan berukuran lumayan besar di atasnya. Usai api dinyalakan, Kamarudin kembali menerobos semak belukar.

Sambil menenteng jeriken berukuran 25 liter, parang terselip di pinggang kiri. Setelah berjalan tidak jauh dari pondok sampailah di sebuah pohon berukuran cukup besar. Kamaruddin menyebut pohon itu, pohon hanau (aren).

Tidak banyak bicara, ia pun mulai memanjat pohon yang dibantu bambu sebagai tangga.

Jeriken sudah terisi air aren diturunkan, lalu digantikan dengan jeriken kosong sebagai wadah menampung air aren.

Air aren kemudian di bawa ke pondok, sesudah itu lalu dimasukan ke dalam wajan untuk dimasak.

Inilah bagian dari proses pembuatan gula aren yang biasa disebut gula merah.

Menurut Kamaruddin, untuk menjadi gula merah diperlukan waktu lima jam memasak air aren.

"Setelah dimasak lima jam, air aren tadi mengental. Saat mengental sambil diaduk biar tidak keras dan merata," kata Kamaruddin akrab disapa Udin.

Sebelum air aren proses mengental dan dijadikan gula merah, terlebih dulu disiapkan papan pencetak yang sebelumnya dibersihkan dengan air biasa.

"Dicuci dulu dengan air pencetaknya. Karena bisa melengket bila tidak dibersihkan terlebih dahulu," ujarnya.(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help