Bejat, Lelaki Ini Cabuli Delapan Bocah, Modusnya Mengejutkan

Senin, 12 Februari 2018 13:39 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM - Mengenakan seragam tahanan orange serta bertutup topeng, Muhammad Imi Gusnari alias Agus dihadirkan di ruang Satreskrim Polresta Banjarmasin, Jumat (9/2/2018) pagi kemarin.

Ia terlihat tenang saat menjawab satu persatu pertanyaan wartawan atas kasus yang kini menjeratnya, namun siapa sangka ternyata di balik tubuhnya yang meski berperawakan kecil tersebut, Agus ternyata merupakan predator anak.

Bahkan atas perbuatannya tersebut, kini sedikitnya sudah sebanyak delapan anak menjadi korban atas tindakan penyimpangan seksnya itu.

"Iya, ada delapan. Cuman hanya dua yang saya sodomi, sedangkan sisanya hanya oral," ujar warga Purna Sakti Kecamatan Banjarmasin Barat tersebut kepada Metro Banjar.

Lebih lanjut, Agus mengatakan adapun aksinya tersebut biasanya ia lakukan saat ada keinginan melampiaskan nafsunya.

Ia pun kemudian membawa korban berkeliling sembari mencari angin segar menaiki sebuah sepeda motor.

"Kalau tempat sebetulnya dimana aja bisa. Bahkan terakhir melakukannya di pinggir jalan tol (lingkar selatan)," ujarnya.

Meski Agus mengaku perbuatannya tersebut didasari atas suka sama suka, namun ia tidak menepis sebelumnya memang membumbui korban dengan ancaman.

"Ancaman misal, saya boleh melakukan apa saja kepadanya (korban). Asalkan jangan memberitahukan kepada orangtuanya karena dia merokok," jelas pria yang masih membujang itu.

Sementara, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Anjar Wicaksana didampingi Kasatreskrimnya, AKP Ade Papa Rihi menceritakan puncak perbuatan pelaku berlangsung pada Minggu (16/9/2017) silam.

Bermula saat tersangka membawa korban untuk melakukan ziarah ke daerah Gambut, di tengah perjalanan Agus pun mendadak menghentikan kendaraannya.

Agus melakukan pemukulan terhadap MR, lantaran korban ada dituding melontarkan kata-kata kasar terhadapnya.

Setelah melakukan ziarah, tersangka kembali membawa korban ke daerah Martapura.

Namun saat Agus ingin meminta uang dan permintaannya tersebut ditolak korban, emosinya kembali tersulut.

"Saat itulah pelaku pun mengancam akan memberikan foto korban yang melakukan perbuatan terlarang (merokok) ke orangtuanya," terang Ade.

Hingga sekitar pukul 10.00, saat tersangka membawa korban ke rumahnya dengan alasan Alan mengambil foto tersebut.

MR yang tiba-tiba menangis lantaran perbuatannya tersebut tidak ingin dilaporkan ke orangtuanya, pun menangis serta meminta maaf.

"Seiring itu pula, tersangka yang mengeluskan pundak korban sembari berpura-pura menenangkannya, ia kemudian menyuruh MR rebahan. Hingga akhirnya, aksinya pencabulan pun terjadi," terang Kasatreskrim Polresta Banjarmasin tersebut.

Tidak hanya MR, melainkan AW (14) serta enam anak berusia di bawah umur lainnya juga menjadi korban pelampiasan nafsu pelaku.

Mantan Kasatreskrim Polres Tanah Laut tersebut menyebutkan hal tersebut lantaran pelaku memiliki kecenderungan penyimpangan seks.

"Selain itu, berdasarkan pengakuan tersangka, ternyata pelaku juga memiliki catatan kelam yang sama atau menjadi korban penyimpangan seks. Pengalaman kelam tersebut ia alami saat masih duduk di bangku smp lalu," terang AKP Ade Papa Rihi.

Lebih lanjut, Kasatreskrim Polresta Banjarmasin tersebut mengatakan adapun atas perbuatan tersangka kini ia dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Untuk ancaman penjaranya, paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghanie)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Banjarmasin Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018 About Us Help