Wanita Pencuri Toko di Semarang Punya Utang Jutaan tak Dibayar, Begini Pengakuan Teman Kuliahnya

Sabtu, 13 Januari 2018 09:54 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Wanita yang viral setelah tepergok mencuri dengan ibunya di sebuah toko di Semarang ternyata pernah menipu temannya.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang warganet yang mengaku sebagai teman kuliahnya.

Pengguna akun Facebook Kiky Krumnikl itu menceritakan pengalamannya, Kamis (11/1/2018).

Ia menyertakan rekaman CCTV yang sebelumnya diunggah oleh pengguna akun bernama Dhany Errah Brilliantha, si pemilik toko yang kecurian.

Pada kolom komentar Kiky menyebutkan bahwa temannya itu bernama Prescilla Roesalya(Sella) dan merupakan teman kuliahnya di universitas negeri di Semarang.

"Saya pernah punya pengalaman buruk sama orang ini.

Pada tahun 2016, saya dan suami akan melangsungkan pernikahan di Praha, Republik Ceko.

Saya ingin sekali membawa ibu saya ke sini, dan kebetulan teman saya ini menyatakan kalau dia juga mau ikut dengan alasan dia baru saja resign dari kantor dan ingin jalan-jalan ke Eropa.

Saya bilang oke, monggo ke sini dengan ibu saya, saya bantu visa-nya dan makan tidur jalan-jalan di sini gratis selama 1,5 bulan, tidak usah bayar apa-apa, hanya bayar tiket pesawat saja.

Dia pun setuju dengan perjanjian ini. Pada saat itu semuanya sudah deal, tanggal dan janjian pembuatan visa dengan kedutaan Ceko di Jakarta pun sudah ditentukan.

Tibalah hari di mana dia harus membeli tiket pesawat. Dia kontak saya dengan keluhan kartu kreditnya limitnya hanya 10 juta, sedangkan tiket pesawat harganya 16 juta.

Lalu minta tolong apakah suami saya bisa bantu untuk membelikannya dulu, lalu dia janji sampai di Praha dia akan ganti.

Okelah karena saya anggap dia teman, kami akhirnya membantunya.

Sampailah dia dan ibu saya di Praha. Mereka tinggal bersama kami selama 1,5 bulan, dan selama itu juga dia sudah menyicil hutangnya sebanyak 6 juta.

Masih kurang 10 juta, dan dia janji akan membayarnya setelah sampai di Indonesia karena katanya selama di Praha duitnya habis (ya iyalah, dia shopping gila-gilaan sampai kopernya overweight 40 Kg).

Lagi-lagi karena saya anggap dia teman, saya relakan karena saya percaya dia orang baik dan pasti akan bayar.

Ternyata oh ternyata, sesampainya di Indonesia terjadilah drama yaitu dia memblock semua kontak kami (WhatsApp, FB, Instagram, dll).

Jadi dia mau kabur dari tanggungjawabnya itu. Saya sudah agak panik dan sedih karena merasa dikecewakan teman sendiri.

Lama kelamaan saya dan suami ikhlas karena rezeki enggak akan ke mana.

Pagi ini saya dengar kabar kalau dia habis "shoplifting" atau klepto di salah satu toko di Semarang.

Video-video mereka terekam di kamera CCTV di bawah ini. Rasanya karma itu emang enggak kemana.

Semoga orang-orang seperti ini dapat selalu diampuni olehNya. Dan pemilik tokonya diberikan rejeki berlimpah. Amin," tulis Kiky.

Sebelumnya, seorang pria pemilik toko perlengkapan pengemasan di Semarang mendapati dua wanita cantik mencuri melalui rekaman CCTV.

Ia menyebutkan bahwa keduanya tiba di toko mengendarai mobil pada Kamis (10/1/2018) sekitar pukul 16.35 WIB.

Dalam video yang diunggahnya di Facebook, mereka tampak memasukkan barang-barang yang ada di depannya.

Dua wanita berhijab dan berkuncir kuda itu juga sempat terlihat mengarahkan pandangan ke kamera tertawa.

Namun, meski barang-barangnya dicuri, si pemilik toko mengaku tidak ingin melaporkan kedua wanita yang ia sebut 'klepto' atau kleptomania itu.

Dikutip dari informasi kesehatan di Google, "kleptomania adalah gangguan serius yang menyebabkan dorongan tak tertahankan untuk mencuri barang yang tidak diperlukan dan biasanya bernilai kecil".

"Saya mau share ini, bukan mencari pelaku, dan juga bukan mau menangkap pelaku," ungkap si pemilik toko melalui akun Facebook-nya, Dhany Errah Brilliantha, Kamis (10/1/2018).

Dhany hanya memperingatkan warganet untuk lebih berhati-hati, meskipun telah memasang CCTV di tempat yang perlu diawasi.

Ia juga berharap para pegawai tokonya dapat mempelajari gerak-gerik pengutil supaya ke depannya dapat lebih waspada.

Selain itu, ia menyertakan alasan lain mengapa tak ingin melaporkan dua pencuri tokonya itu.

"Ke jalur hukum juga ribet, belum kalau CCTV saya disita buat bukti, dll.

Cukup si pelaku diingatkan agar tidak mempunyai kelainan seperti itu, dan tahu kalau kamera CCTV saya bukan mainan," tutupnya. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Video
Tags
   #Semarang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved