Bareskrim Polri Bekuk Sindikat Pencetak dan Pengedar Uang Palsu

Kamis, 7 Desember 2017 20:43 WIB
Warta Kota

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

TRIBUN-VIDEO.COM - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap sindikat pembuat uang palsu di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

"Kurang dari lima hari kita melakukan penegakan secara maraton, kami berhasil menangkap lima orang ditempat yang berbeda," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya di Kantor Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Para tersangka pembuat uang palsu adalah AV, AS, TT, BH dan CM. Kelima tersangka tersebut memiliki peran berbeda dan ditangkap di sejumlah tempat yakni di Cianjur, Subang, Bekasi dan Cijantung, Jakarta Timur.

"Ada AY dan AS berperan sebagai pengedar sedang TT dan BH pembuat upal sedangkan CM pemodal penyedia perlengkapan untuk pembuatan uang palsu," ujarnya.

Penangkapan bermula saat AY dan AS mencari seseorang yang hendak diajak bekerjasama untuk menyebarkan uang palsu.

Petugas yang berhasil melakukan penyamaran kemudian melakukan penulusuran dan memperoleh informasi mengenai jaringan pembuat uang palsu itu.

Uang palsu yang hendak disebarkan merupakan pecahan Rp 100.000 emisi terbaru tahun 2016.

"Awalnya si AY dan AS inikan berperan sebagai penyebar upal pecahan Rp 100.000, mereka cari-cari orang yang mau menyebarkan uang," tuturnya.

Setelah melakukan penangkapan terhadap AS dan AY, polisi berhasil menangkap TT dan BH di Subang dan Bekasi di sebuah rumah yang diduga sebagai tempat pembuatan uang palsu.

"TT dan BH ini ada peran pembuat mereka ditangkap di Subang dan Bekasi yang dijadikan pembuat upal keduanya pernah melakukan kejahatannya yang sama," ucapnya.

Setelah berhasil mengamankan keempat pelaku, polisi kembali menangkap pelaku lainnya, yakni CM yang diketahui sebagai pemodal aksi kejahatannya tersebut.

"Ditangan para pelaku polri berhasil mengamankan 27 lak pecahan Rp 100.000, dari satu lak ada seratus lembar uang pecahan Rp 100.000, selain uang palsu polri juga mengamankan dokumen palsu seperti Faktur, BPKB, STNK kendaraan diduga palsu, Visa diduga palsu, SIM, KTP dan KK diduga palsu," tutupnya.

Uang palsu tersebut, sambung Agung, belum berhasil diedarkan oleh para tersangka lantaran polisi berhasil mengendus pergerakan mereka.

Agung menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait tindak kejahatan pemalsuan dokumen-dokumen.

Para tersangka akan dikenakan Pasal 36 ayat (I) ayat (2) ayat (3) pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentan Mata Uang 10 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Warta Kota
Tags
   #Bareskrim Polri   #Sindikat   #uang palsu
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help