Pedagang Gorengan Terpaksa Beli Gas Elpiji 3 Kg Dengan Harga Rp 35 Ribu Pertabung

Kamis, 7 Desember 2017 20:04 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, BANJARMASIN - Para pengusaha mikro di Banjarmasin masih terus tertekan tingginya harga gas bersubsidi 3 kilogram yang sudah terjadi sejak dua hingga tiga bulan belakangan.

Khoirul pedagang cakwe dan kue bantal di Jalan Pembangunan II Banjarmasin terpaksa membeli gas melon hingga harga Rp 30.000 bahkan Rp 35.000 pertabung agar usahanya bisa terus berjalan.

Dijelaskan Khoirul, kondisi ini sudah dirasakannya sejak 3 bulan lalu. Karena tingginya harga gas melon, keuntungan dari berjualan cakwe dan roti bantal yang didapatkannya semakin menipis.


"Ya mau tidak mau harganya sampai Rp 35.000 pun tetap dibeli daripada tidak berjualan. Tapi masih tidak berani menaikkan harga jual nanti sepi," kata Khoirul.

Padahal jika pendapatan para pengusaha mikro semakin sedikit tentu berpengaruh pada kemampuan daya belinya.

Tak hanya soal harga, menurut Khoirul masalah stok gas Elpiji melon pun tak kalah membuatnya kesulitan.

Saat ini untuk mendapatkan pasokan gas Elpiji 3 kilogram ia tak jarang harus berkeliling hampir seperempat luas Kota Banjarmasin di pedagang gas eceran.

Menurutnya bahkan dengan berkeliling pun tidak ada yang bisa menjamin bisa mendapatkan stok gas Elpiji 3 kilogram. Padahal untuk beroperasional setiap hari Khoirul membutuhkan 2 hingga 3 tabung gas Elpiji 3 kilogram.

"Pernah sampai stop berjualan karena sama sekali tidak dapat stok gas 3 kilogram. Ya pasti sangat merugikan kalau tidak berjualan," terangnya. (Banjarmasin Post/Achmad Maudhody)
Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Banjarmasin Post
Tags
   #Banjarmasin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help