Begini Penjelasan Balai Arkeologi Banjarmasin Mengenai Makam Tua Di Teluk Selong

Selasa, 14 November 2017 21:31 WIB
Banjarmasin Post

TRIBUN-VIDEO.COM, MARTAPURA - Makam tua yang heboh karena diantaranya dianggap berkeramat masih terus didatangi warga.

Tidak hanya warga setempat, namun dari desa ataupun kecamatan lain bahkan dari Banjarmasin. Mereka di antaranya meyakini pemakaman tersebut adalah pemakaman keluarga kerajaan Banjar.

"Melihat nisannya ini bukan orang biasa. Saya meyakini ada keterkaitan dengan keluarga Kerajaan Banjar," kata Zulkifli warga Banjarmasin.

Sementara itu Balai Arkeologi Banjarmasin telah turun melakukan penjajakan ke lokasi makam tua di Desa Telok Selong tersebut.

Mereka sementara ini menyimpulkan bahwa lokasi makam tua di Telok Selong itu kemungkinan makam keluarga kerajaan Banjar.

Peneliti Balai Arkeologi Banjarmasin, Nugroho Nur Susanto membenarkan Dia bersama Kepala Balai Arkeolgi Kalsel Bambang Sakti Wiku Atmojo telah turun melakukan penjajakan ke lokasi makam tua di Telok Selong setelah menerima informasi warga.

Dari lokasi makam, mereka menemukan nisan-nisan yang bertuliskan tahun makam tersebut. Di antaranya, ada tahun 1168 H.

Selain itu, juga ada tertulis di nisan makam tahun 1288 H, 1287 H serta yang lain juga ada 1271 H. "Namun ini baru penjajakan belum tahapan penelitian. Belum bisa menjadi kesimpulan. Jadi bisa saja makam itu lebih tua atau lebih muda" katanya, Selasa (13/11/2017).

Menurutnya, untuk memastikan tahun makam tersebut tidak hanya diambil dari tahun yang tertulis pada nisan. Tetapi, juga bisa dilihat dari asfek lainnya seperti jenis batu yang digunakan serta lamggam ataupun type nisan.

Nugroho menjelaskan bahwa satu makam yang tertulis 1168 H, jika dikonversikan ke tahun masehi sama dengan 1754 masehi.

Jika tahun tersebut, maka waktunya bersesuaian dengan ketika pusat Kesultanan Banjar yang berpindah dari Kuin Banjarmasin ke daerah Sungai Kitano atau Dalam Pagar.

"Ini ada kesesuaian dengan adanya makam Sultan Mistainbilah di Tabukan Desa Tangkas ataupun Makam Sultan Inayullah di Sungai Kitano maupun makam yang masih dalam Penelitian Sultan Saidullah ataupun Sultan Tahlilullah di Dalam Pagar. Tidak mungkin sebuah kerajaan tanpa ada rakyat di sekitarnya saya yakin saat itu komunitas pemukiman muslim dikawasan itu sudah ramai,"ungkapnya. (Banjarmasin Post/Hari Widodo)

TONTON JUGA:

Editor: Nur Fatah Aliem Prabowo
Video Production: Nur Fatah Aliem Prabowo
Sumber: Banjarmasin Post
Tags
   #makam tua   #Arkeolog
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help