Karena Alasan Sepele, Pasutri Muda Ini Tega Habisi Nyawa Pelajar di Rajabasa

Selasa, 14 November 2017 07:52 WIB
Tribun Lampung

Laporan Reporter Tribun Lampung, Okta Kusuma Jatha

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDAR LAMPUNG - Petugas Polsek Kedaton menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Merdi Irawan, pelajar yang ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Kapten Abdul Haq, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Senin, 13 November 2017.

Dalam rekontruksi tersebut, polisi menghadirkan langsung pasangan suami istri, Agus Nawi (23) dan Rita Lia Eviyana (20) yang merupakan tersangka pembunuhan.

Ratusan warga Rajabasa Bandar Lampung berbondong-bondong datang menyaksikan rekontruksi tersebut.

Dua tersangka pembunuhan tersebut diteriaki oleh warga setempat. "Oh ini ya pelaku pembunuhan itu, dasar enggak mikir, tembak lagi aja pak biar kapok," teriak warga di lokasi rekonstruksi.

Hal serupa dilontarkan warga lainnya, "Hidup kok jadi pembunuh, kalau bunuh karena ingin punya motor, kerumah saya saja mas," kesal warga.

Kapolsek Kedaton Kompol Bismark yang memimpin adegan rekonstruksi.
Sebanyak 37 adegan diperagakan saat rekontruksi.

Adegan pertama diawali ketika tersangka 1 Agus Nawi berkeluh kesah menceritakan kepada istrinya, Rita Lia, dipukuli seseorang saat diajak oleh Merdi Irawan (korban) ke warung remang-remang.

Saat dipukuli, Merdi yang masih berstatus pelajar, tidak membantu Agus Nawi. Dari obrolan tersebut, timbul rencana untuk membunuh korban.

Rencana pertama mereka awalnya hendak meracuni korban setelah sampai dikosan.

Karena korban tidak kunjung datang, akhirnya tersangka Rita menyusul korban, sedangkan suaminya menunggu di rumah kontrakan.

"Kamu ditunggu suami saya di kosan, kebetulan ada cewek baru di sebelah kosan," ajak Rita kepada Merdi saat itu.

Sesampainya Merdi dikosan, tersangka Agus menyuruh korban untuk membeli tuak. Lantas Rita menanyakan kepada suaminya. "Itu saya sudah susul dia, kok enggak dibunuh," tanya Rita.

"Enggak segampang itu membunuh orang," jawab Agus kepada istrinya seraya mengatakan sedang memikirkan cara untuk menghabisi Merdi.
Tidak lama kemudian Merdi datang membawa tuak, lalu tersangka Agus bersama Merdi minum tuak bersama-sama.

Selanjutnya tersangka Agus masuk ke dalam rumah mengeraskan musik. Tujuannya agar tidak terdengar oleh warga saat membunuh Merdi.

Agus mengambil palu. Merdi yang sedang asyik bermain ponsel lalu berdiri dan tersangka Agus langsung memukulkan kepala Merdi dengan palu tersebut.

Korban terjatuh dan tidak berdaya, lalu Agus menarik tubuh Merdi dibawa masuk ke dalam kontrakan.

Sampai di dalam, Agus mengambil pisau dan menyayat (gorok) leher korban sebanyak tiga kali, hingga akhirnya darah korban berceceran di dalam kosan.

Korban tewas. Agus mengambil karung bekas dan tikar, guna menutup jasad korban.

Lalu Agus meminta istrinya menyiapkan pakaian untuk pergi kabur. Pasangan suami istri itu kabur mengendarai sepeda motor milik korban.

Saksi Hendry dan saksi Murni, warga setempat, mencium bau busuk di tempat kos. Keduanya membuka pintu kos, melihat ada jenazah di dalam kontrakan tersebut.

Kapolsek Kedaton Komisaris Bismark menjelaskan, tujuan rekonstruksi untuk melengkapi berkas dan melihat secara langsung peran-peran yang diperagakan oleh para tersangka.

"Tidak ada penambahan adegan dan adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi tadi sesuai dengan berita acara yang dibuat penyidik," tutur Bismark usai rekonstruksi di tempat kejadian perkara di Jalan Kapten Abdul Haq, Rajabasa, Bandar Lampung.

Seusai menggelar rekontruksi, lanjut Bismark, berkas perkara segera dilengkapi penyidik, kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung.

Dari 37 adegan yang diperagakan, tutur Bismark, pembunuhan terhadap korban sudah direncanakan kedua tersangka, yang merupakan pasutri.

"Adegan intinya berada pada adegan ke-21, dimana adegan tersebut Agus mengeksekusi langsung korban, dengan cara memukul kepala korban menggunakan palu, lalu menggorok leher korban dengan sajam jenis pisau," ujarnya. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Lampung
Tags
   #Kasus pembunuhan   #Rajabasa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help