Warung Tani Desa Visesa Relaunching Hadirkan Konsep Baru

Jumat, 3 November 2017 21:16 WIB
Tribun Bali

Laporan Reporter Video Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-VIDEO.COM, GIANYAR - Ubud yang menjadi satu diantara destinasi favorit wisatawan saat ke Pulau Bali selain karena tradisi dan kerajinannya juga dikarenakan memiliki keindahan alam yang asri.

Desa Visesa Ubud bisa menjadi pilihan wisatawan baik local maupun mancanegara, karena dikelilingi sawah dan budaya yang masih kental.

Berada di lahan sekitar 6,5 hektar Desa Visesa Ubud selain memiliki villa dengan nuansa dan pemandangan pedesaan, juga memiliki restaurant bernama Warung Tani satu diantara restaurant yang ada.

"Kami merelaunching hadirkan konsep baru dari Warung Tani. Dimana nantinya akan ada play ground, kandang hewan untuk ternak bebek, sapi, ayam, angsa dan kuda. Dan akhirnya Warung Tani akan menjadi family destination," jelas Chief of Desa Visesa, I Made Edi Suarayasa, beberapa waktu lalu.

Edi Suarayasa menambahkan kini warung tani mengusung konsep Authentic Balinese Cuisine, Restaurant in the Middle of Permaculture Garden dengan open theatre kitchen atau living kitchen, memasak secara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.

Chef juga akan melakukan live cooking dengan bahan-bahan yang langsung diambil dari kebun sekitar Warung Tani.

"Di sekitar Warung Tani kita sedang tanam berbagai macam bahan sayuran dan bumbu. Pengunjung bisa langsung memetiknya disana dan dimasak langsung oleh mereka atau dimasakkan Chef saat itu. Dan rutinitas harian kaum petani, mulai dari membajak sawah, mencari telur bebek, dan sebagainya atau kami sebut Permaculture kami hadirkan di Warung Tani," ungkapnya.

Kegiatan relaunching Warung Tani mengundang awak media, penggiat pariwisata seperti travel agen, hotel atau resort lain baik disekitar Ubud maupun lainnya selama tiga hari dari tanggal 29-31 Oktober 2017.

Dimana para tamu undangan sebelum mencicipi menu makanan dan minuman yang ada di Warung Tani diajak berkeliling terlebih dahulu melihat fasilitas baik kamar villa, spa dan lainnya.

"Warung tani kita sebut sebagai madya mandala atau artinya mengisi perut itu perlu perjalanan suci istilahnya. Undangan kita ajak terlebih dahulu melihat room dan villa kami, lalu ke Balinese healing & SPA dan menuju Pedukuhan, lalu berjalan menyusuri pinggiran subak (irigasi) bonekawan terus ke Utara sampai bertemu jembatan. Dan akan sampai di flower garden, fruit garden dan lainnya baru tiba di Warung Tani," ucap Edi Suarayasa.

PR dan Marcomm Manager Desa Visesa Ubud, Yanti Lestari.mengatakan selling point kita tidak hanya resort atau pun vila, tetapi kita sebuah destinasi yang menghadirkan banyak sekali kegiatan kehidupan warga pedesaan di Bali khususnya di Ubud.(*)

TONTON JUGA:

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Bali
Tags
   #traveling   #Bali   #destinasi wisata
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help