Uniknya Kampung di Surabaya ini

Kamis, 2 November 2017 20:58 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM, SURABAYA - Memakai baju terbaik dengan berbagai jamuan makanan, para warga kampung Made Kelurahan Sambikerep terlihat menggelar open house di rumahnya. Mereka menerima tamu dari kerabat dekat hingga teman dari luar kampungnya selama 3 hari. Tradisi ini telah mereka lakukan turun temurun bersamaan dengan gelaran sedekah bumi, kebetulan tahun ini aedekah bumi dilakukan mulai Jumat hingga Minggu (27-29/10/2017).

Open house yang dilakukan warga ini bahkan lebih meriah dibandingkan saat lebaran. Edy Suprayitno (34) warga RT 3 RW 2 Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep mengungkapkan tradisi ini masih bertahan karena kesadaran warga. Menurutnya, bagi warga momen sedekah bumi ini menjadi kesempatan untuk reuni dan menjalin silaturai dengan kerabat dan teman di luar kampung.

Segala jenis makanan mulai dari bakso, nasi, ayam bakar hingga jajanan pasar disediakan sebagai jamuan. Bahkan Edy menyiapkan makanan untuk dibawa pulang tamunya.

“Lebih ramai saat open house sedekah bumi, yang datang juga makan dan ngobrol. Kalau pas lebaran biasanya cuma salaman sambil lewat,”ungkapnya ketika ditemui SURYA saat menjamu tamunya, Minggu (29/10/2017).

Edy juga sengaja menyisihkan dana khusus untuk sedekah bumi. Sebab, ia juga membuat tumpeng untuk dikumpulkan dan dibagikan pada warga di Punden Singojoyo. Di Punden ini sedekah bumi dilakukan dengan membagikan ancak (gunungan hasil bumi) dan tumpeng dari warga pada masyarakat yang hadir di punden tersebut.

“Semua makanan bikin sendiri, ini saya menyiapkan Rp 3 juta. Tapi seneng bisa mengajak kerabat di luar kampung untuk lihat macam-macam acara sedekah bumi di kampung,”paparnya.

Dikatakannya, mayoritas warga di kampungnya memang berprofesi sebagai petani. Lahan pertanian juga cukup besar, sehingga warga cukup senang bisa memberikan hasil pertanian untuk sedekah bumi.

Hal serupa diungkapkan tetangga sekaligus saudara Edy, Urip Miyadi (38). Ia mengungkapkan momen open house ini juga memeriahkan acara kampungnya. Sehingga tanpa ada undangan resmi, sedekah bumi bisa diketahui banyak orang di luar kampung.

“Kalau begini open house ramenya sampai malam. Semua datang, makan dan ngobrol bisa satu rumah ke rumah lainnya,”jelasnya.

Ketua LPMK Kelurahan Made, Samsul Huda menjelaskan warga kampung membuka open house sebagai rasa syukurnya. Mereka berbagi dengan keluarga dan teman dari luar kampung untuk tetapenjalin silaturahmi.

“Disini mayoritas masih warga asli, pendatangnya hanya anak kos atau kontrak. Jadi semua masih sadar untuk menggelar open house seperti pendahulunya,”pungkasnya. (sulvi sofiana)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Surya
Tags
   #Surabaya
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help