Mangga kok kayak Alpukat, cuma di Pasuruan Adanya

Jumat, 27 Oktober 2017 15:37 WIB
Surya

TRIBUN-VIDEO.COM, PASURUAN - Mangga Alpukat khas Kabupaten Pasuruan siap dipasarkan ke luar negeri. Bahkan, beberapa kali, penjualan ke luar negeri atau ekspor sudah dilakukan para petanimangga yang ada di Kabupaten Pasuruan. Beberapa negara yang sering mengekspor mangga alpukat ini adalah Singapura, Abu Dhabi, Arab Saudi,Qatar, Malaysia, dan beberapa negara lainnya.

Salah satu petani mangga alpukat, Abu BakarAssyegaf mengatakan, mangga alpukat ini sudah diakui kenikmatannya. Bahkan, paska mendapatkan hak paten dari pemerintah pusat, mangga ini sudah dipasarkan sampai ke luar negeri. "Sudah pernah saya jual. Dan disana mendapatkan respon positif," katanya.

Dia menjelaskan, ke depan, ia berencana mengekspor manggaalpukat ini ke beberapa negara lainnya. Ia menargetkan, bisa kirim di pasar Asean terlebih dahulu. Setelah itu, dikembangkan ke beberapa negara lainnya. "Mangga alpukat siap mendunia. Bahkan, saya sangat berterima kasih dengan pemerintah kabupaten yang selalu mempromosikan mangga alpukat ini," jelas dia.

Ia menerangkan, kenapa disebut sebagai mangga alpukat,karena memang cara membuka mangga di sini memiliki cara yang unik. Bahkan, cara makannya pun menyerupai saat memakan alpukat. Tapi, soal rasa masih 100 persen rasa mangga.

"Cara membukannya itu dibuka tengahnya, terus kan terbelah seperti alpukat. Setelah itu dinikmati dikit demi sedikit menggunakan sendok seperti menikmati alpukat," paparnya.

Mangga ini ada, kata dia, sejak zaman dahulu. Ia mengaku sudah menjadi petani mangga sejak 10 tahun terakhir. Berbekal lahan kurang lebih 12 hektar, setiap musim panen mangga, ia mampu menghasilkan lebih dari 20 ton mangga alpukat.

"Kalau bicara soal omzetnya bisa sampai Rp 500 juta kalau musimnya bagus dan hasil panennya juga bagus. Tahun. Ini panen lumayan bagus, meski masih ada saja mangga yang diserang hama dan terkena penyakit," ungkap dia.

Meski demikian, Bakar, sapaan akrabnya juga sangat menyanyangkan sikap pemerintah. Kata dia, selain publikasi dan promosi besar-besaran yang dilakukan pemerintah,seharusnya dipikirkan nasib petani mangga ini. Minimal, ada subsidi untuk pupuk, obat-obatan, dan sebagainya.

"Belum ada sama sekali. Sekalipun ada juga terbatas. Ke depan,mudah-mudahan saya berharap, pemerintah pasuruan bisa meniru di Thailand.karena petani disana mendapatkan subsidi pupuk dan sebagainya," paparnya.

Terpisah, salah satu petani dan pengepul mangga alpukat, Sulis Annisah mengatakan, per kilogram (kg), mangga alpukat dengan ukuran besar dijual dengan harga Rp 30.000.untuk ukuran kecil dan sedang dijual Rp 25.000 per kilogramnya.

"Mangga alpukat ini enak, rasanya manis, teksturnya juga sangat lembut," imbuhnya. (*)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Surya
Tags
   #buah mangga
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help