Jokowi Ingin Makan Pindang Belida, Rumah Makan Kehabisan Stok, Tiba tiba ini yang Terjadi

Kamis, 12 Oktober 2017 13:40 WIB
Tribun Sumsel

TRIBUN-VIDEO.COM, PALEMBANG- Ikan belido (belida) sudah dikenal lama menjadi maskot Sumatera Selatan. Ikan predator ini seolah menjadi menu makan wajib bagi para pendatang.

Sebagai ikon, pemerintah membuat tugu ikan belido setinggi 12 meter di tepi Sungai Musi.

Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, Mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman hingga almarhum mantan walikota, Romi Herton merupakan sederet penggemar kuliner olahan belida.

Tidak terkecuali Presiden ke-7 RI, Ir Joko Widodo yang memesan langsung pindang belido sebagai menu makan siangnya saat kunjungan kerja di awal tahun 2017 lalu.

Permintaan orang nomor satu itu sontak membuat kaget pengelola rumah makan berlokasi di tengah kota ini.

Apalagi kala itu stok ikan belida sedang kosong.

"Pak Jokowi memesan melalui ajudannya, waktu itu kami kelabakan karena stok kosong, sementara Pak Jokowi menginginkan pindang belida menjadi menu makan siangnya," kata Manager RM Sri Melayu, Firman Hakim kepada Tribun, Rabu (11/10).

Saat bersamaan, empat pemasok ikan Belida yang jadi langganan selama ini mengaku tidak memiliki stok.

Sebab tidak ada nelayan lokal mampu mendapatkan ikan langka nyaris punah ini.

Usaha penangkaran ikan yang dimiliki para pemasok juga kehabisan stok ikan layak menjadi bahan baku olahan makanan. Ukurannya terlalu kecil.

"Kami langsung sampaikan keadaan sebenarnya, kami pun tidak tahu lagi harus cari dimana, kelangkaan ikan belida di perairan sudah terjadi bertahun tahun," katanya.

Apakah Pak Jokowi jadi mencicipi pindang belida ? Bagaimana usaha rumah makan mencari ikan belida ? Baca beritanya hari ini di edisi cetak harian TRIBUN SUMSEL. (*)

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Tri Hantoro
Sumber: Tribun Sumsel
Tags
   #Palembang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017 About Us Help